Proyek Penyuliangan Air Laut Reverse Osmosis (RO) Terkendala Listrik

October 21, 2014

Tanjungpinang,Sidaktoday.com – Pembangunan Proyek Reserve Osmosis (penyulingan air laut menjadi air minum) yang berada di komplek Lantamal IV Kota Tanjungpinang sudah selesai dibangun Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2013 yang lalu melalui satker Air Minum Provinsi kepri. “Namun hingga saat ini hasil proyek tersebut belum bisa dinikmati warga Tanjungpinang yang begitu mengharapkan layanan air bersih.

Terkendalanya adalah ketidak tersedianya pasokan listrik untuk menghidupkan instalasi mesin RO di komplek Angkatan Laut Tanjung Pinang itu sendiri. Tampaknya Permasalahan tersebut sepertinya tak bisa diatasi dalam waktu dekat. Sebab PLN Area Tanjungpinang yang sebelumnya siap memasok daya listrik sekitar 1 megawatt untuk mesin RO, akhirnya membatalkan lagi rencana tersebut atas larangan PLN Pusat.

Saat kunjungan Menteri PU ke Tanjungpinang (6/6). Djoko Kirmanto, mengatakan bahwa, permasalahan listrik bukan merupakan tanggung jawab kami, melainkan daerah. Dia menegaskan, Kementerian Pekerjaan Umum sudah membangun instalasi penyulingan air laut menjadi air minum. Penyediaan instalasi listrik untuk pengoperasian mesin RO tersebut,Djoko menyampaikan, seharusnya menjadi tugas Pemerintah Daerah (Pemda).

Djoko juga mendapatkan laporan bahwa instalasi air minum di daerah ini sudah rusak, banyak pipa sudah bocor. Maka kami bangun proyek RO. Kontraknya sudah selesai.”

“Fisiknya sudah hampir selesai dikerjakan. Namun, instalasi itu belum bisa dipakai karena sumber daya listriknya yang belum ada.”

“Makanya sekarang harus diupayakan agar sumber daya listrik ada sehingga instalasi ini bisa dioperasikan. Soal listrik memang bukan wewenang saya,” ungkap Djoko ketika meninjau proyek RO di komplek Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (6/6)kemarin.

Djoko sendiri menargetkan setelah proyek fisik selesai dikerjakan, instalasi RO ini langsung segera dioperasikan. Namun, terget tersebut diakuinya tidak bisa diwujudkan karena kendala sumber daya listrik. Dia sekali lagi menegaskan bahwa Pemda harus bisa mengatasi kendala listrik yang ada agar instalasi RO ini bisa secepatnya dioperasikan.

Djoko juga mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum sudah menyediakan fasilitas airnya. Jika kami siapkan listriknya lagi maka nanti di daerah-daerah lain juga kami harus sediakan juga listriknya.”

“Kita bagi tugas dan Pemda harus bisa atasi masalah listrik. Dulu ada perjanjiannya, kita siapkan pipa-pipa induk, PDAM siapkan pipa-pipa ke rumah-rumah warga dan Pemda siapkan listrik. Kementerian PU tidak boleh siapkan semuanya,” Ungkapnya.

Menurut Rudy Chua, anggota DPRD Kepri yang ikut dalam peninjauan, mengatakan, sebenarnya ada 2 permasalahan yang dialami saat ini terkait proyek RO yakni persoalan ekternal dan internal.

Permasalahan eksternal yang dimaksudkan Rudy adalah kendala sumber daya listrik untuk pengoperasi instalasi RO ini. Menurutnya, awalnya pihak PLN Area Tanjungpinang sudah menyetujui akan memasok daya listrik ke dalam instalasi RO.

Namun, persetujuan tersebut malah dibatalkan lagi pada 3 hari lalu atas intruksi PLN Pusat. Karena, sudah dari dulu, PLN Area Sumatera tidak diperkenankan oleh PLN Pusat untuk melayani kebutuhan listrik bagi proyek-proyek lainnya.

“Makanya untuk bisa mengatasi masalah ini, kita hanya bisa mengharapkan pasokan listrik dari PLTU Galang Batang,” komentar Rudy.”Sedangkan permasalahan internalnya terkait biaya produknya. Sampai saat ini belum dibicarakan berapa biaya produksi instalasi mesin Reverse Osmosis (RO) yang harus dibayar oleh masyarakat.” Makanya, nanti dalam waktu dekat, akan ada pembicaan antara Pemda, PDAM Tirta Kepri dan PT Artha Envirotama sebagai pengelola terkait biaya produksi yang harus dibayar oleh masyarakat,” tegas Rudy.(TB)

sumber : http://sidaktoday.com/proyek-resesrve-osmosis-ro-penyulingan-air-laut-tanjungpinang-terkendala-listrik

Comments

Got something to say?





Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO