Cara Mengecek Air Tercemar atau Tidak

July 22, 2016

Bagaimana cara mengetahui atau mengecek apakah air yang kita konsumsi tecemar atau tidak?? untuk menjawab pertanyaan tersebut banyak sekali caranya. Dibawah ini adalah uraian-uraian jawaban dari pertanyaan tersebut:
Air yang tercemar dapat dilihat dari beberapa indikasi, yaitu:

  1. bau yang amis atau bau yang tidak seperti layaknya air minum,
  2. rasa yang tidak sesegar air bersih,
  3. warna keruh atau tidak sejernih air sehat,

Tetapi jangan salah,air minum yang jernih pun belum tentu bebas dari tercemar atau terkontaminasi, indikatornya dapat dilihat dari ada atau tidaknya bakteri E.coli didalam air tesebut yang dapat menyebabkan penyakit bagi konsumen. Depot air minum Reverse Osmosis DIAN-RO secara rutin melakukan pengecekan bakteri E.coli pada air hasil produksi. Pengecekan rutin tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang yang datang ke depot DIAN-RO sebulan sekali.

Uraian sederhana diatas adalah cara sederhana untuk mendeteksi apakah air minum yang kita minum termasuk air yang tercemar atau tidak. Cara tersebut dilihat dengan kasat mata atau bisa disebut dengan ciri-ciri fisik. Ciri lainnya air yang tercemar adalah ciri-ciri kimiawinya, seperti adanya kangungan hidrogen sulfida, nitrat-nitrit dan BOD serta COD yang tinggi,sehingga populasi ikan pun menurun karena sulit hidup di air tercemar.Namun pengecekan dengan kriteria ciri-ciri terakhir tersebut hanya bisa dilakukan di laboratorium khusus.

Air RO solusi Air Bersih dan Layak Minum di Tanjungpinang Kepri

July 1, 2015

Pada saat musim kemarau di awal tahun 2014 di Tanjung Pinang kemarin, masyarakat Tanjungpinang Kepulauan Riau (Kepri) benar-benar telah merasakan kehidupan yang sangat sulit akibat kekeringan yang panjang. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan di pulau jawa dimana curah hujan pada saat ini sedang tinggi-tingginya yang bahkan kita sering mendengar berita bahwa di pulau Jawa sana sering terjadi banjir. Sudah sangat umum memang bahwa kondisi cuaca khususnya yang berhubungan dengan curah hujan di Tg.Pinang bertolak belakang dengan kondisi di Pulau Jawa.

Karena efek dari musim kering yang rutin terjadi di Tanjung Pinang tersebut Pemko Kota Tanjungpinang menggagas program penyediaan air bersih dengan cara menyuling air laut menjadi air layak pakai bahkan layak di konsumsi dan di minum menggunakan teknologi penyaringan tingkat tinggi, yaitu teknik penyaringan dengan menggunakan saringan Reverse Osmosis atau yang lebih dikenal dengan nama RO.

Program penyulingan menggunakan sistem penyaringan RO diatas dimulai pada tahun 2011 dimana program pertamanya dilaksanakan di Pulau Penyengat, tepatnya di Kampung Bulang. Dimana di awal program tersebut berjalan sangat memberikan efek positip yang banyak bagi masyarakat penyengat dalam hal penyediaan air layak pakai. Namun sangat disayangkan keadaannya pada tahun 2014 kemarin sudah tidak beroperasi lagi. Sehingga penyediaan air bersih dari hasil penyulingan air laut menggunakan teknologi penyaringan Reverse Osmosis berhenti.

Menjaga kebersihan filter

May 26, 2014

Dalam dunia usaha depot air minum isi ulang, menjaga kebersihan filter sangat penting sekali, bahkan menjadi prioritas utama. Hal ini dimaksudkan agar produk air minum yang dihasilkan dapat tetap terjaga kualitasnya. Depot air minum isi ulang ro dian-ro sangat memperhatikan hal tersebut. Kami sadar akan pentingnya menjaga kebersihan filter-filter yang ada di depot dian-ro. Sehingga pelanggan kami yang sudah menjalin hubungan pembelian dengan depot air minum reverse osmosis kami selama 1 tahun lebih sejak berdirinya depot dian-ro di Tanjungpinang ini tetap terjaga. Bahkan promosi dari mulut ke mulut pelanggan kami yang berada di kota melayu Tanjung Pinang ini yang merasa puas dengan kualitas air minum hasil penyaringan filtrasi reverse osmosis kami menjadikan promosi yang positif bagi depot air minum RO Dian-RO di TPI.

Air Minum RO DIANRO Naik Harga

January 9, 2014

Pengumuman…

Sejak Desember 2013 harga air minum isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO)  DIAN-RO naik harganya, dari yang tadinya Rp.6.000 pergalon menjadi Rp.7.000 pergalon, dimana harga tersebut sudah termasuk biaya antar. Kenaikan harga ini dikarenakan biaya operasional yang juga naik, terutama kenaikan BBM (bensin). Faktor lain yaitu nilai rupiah yang semakin anjlok terhadap nilai dollar (US dollar dan Singapore dollar) dimana berkaitan dengan sparepart maupun alat-alat penunjang operasional yang harus dibeli berdasarkan harga dollar.

Demi tetap terjaganya kualitas dari produk air minum isi ulang DIAN-RO yang memprioritaskan dalam memproduksi air minum reverse osmosis, maka dengan berat hati kami harus menaikkan harga jual pergalon antar.

DIAN-RO Depot air minum isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO).

Jl.Anggrek Merah, depan perumahan Anggrek Mas I, ruko no.5, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri)

Fungsi Air dalam Tubuh Manusia

September 18, 2013

Berikut adalah beberapa fungsi air yang kita minum untuk tubuh kita ;

  • Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak
  • Membantu sistem pencernaan, pernafasan dan metabolisme
  • Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
  • Menjaga agar tetap aman semua organ dalam tubuh (jantung, ginjal, paru – paru dll)
  • Menstabilkan suhu tubuh agar tidak terjadi gangguan organ dalam karena panas atau dingin
  • Pelumas bagi persendian
  • Melarutkan dan membuang sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita.

Air minum sangat penting bagi tubuh kita, sehingga orang bisa kehilangan nyawanya jika dalam beberapa hari tidak minum air. Akan tetapi, jika kita sembarangan mengkonsumsi air minum juga berbahaya bagi kesehatan, karena pencemaran air minum sudah sangat memprihatinkan sekarang ini. Air minum DIAN-RO Tg Pinang adalah air minum yang bebas dari bakteri dan virus serta logam berat, sehingga kesehatan anda lebih terjamin. Manfaatkanlah air minum reverse osmosis untuk terapi kesehatan sehingga Anda lebih sehat dan cantik.

Ciri-ciri Air Tanah Tercemar

April 1, 2013

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Sumber air baku depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang berasal dari air sumur yang dijamin kesehatannya. Sumber air baku tersebut telah dinyatakan laik sehat oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, berdasarkan hasil laboratorium yang di ujikan oleh laboratorium terkemuka PT.Sucofindo di Batam. Sehingga air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tg Pinang yang dijual ke masyarakat juga merupakan air minum isi ulang yang sehat.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

sumber: detikHealthdetikcom

Tips Memilih Air Minum Isi Ulang Sehat

March 28, 2013

Dijaman sekarang ini di antara kita pasti tidak sedikit yang mengkonsumsi air minum isi ulang. Apalagi saat ini harga air minum dalam kemasan semakin mahal. Memang membeli air minum dari depot isi ulang bisa menjadi salah satu solusi. Mendapatkannya juga tidak sulit karena banyak sekali depot yang ada di sekitar kita. Namun ada baiknya anda perhatikan beberapa hal berikut ini, agar bisa memperoleh air minum yang aman untuk di konsumsi.

  • Amati keadaan fisik depot . Bila kelihatan kumuh, kotor tidak terjaga kebersihannya serta jorok . Ini sudah merupakan salah satu indikasi bahwa yang punya depot tidak peduli terhadap kebersihan, sanitasi, higienis dan kesehatan produk air minum isi ulangnya. Hal ini sudah merupakan cerminan bagaimana depot tersebut memperlakukan air yang akan di proses di depotnya. Tidak dengan depot air minum isi ulang DIAN-RO. Kami mengedepankan kualitas proses filterisasi air baku menjadi air siap minum dengan menjaga kebersihan, sanitasi dan hygienis depot air minum kami.
  • Bagaimana galon di cuci. Ini merupakan salah satu hal yang penting sekali, karena sebaik apapun kualitas air minum yang dihasilkan oleh depot tersebut tidak akan ada artinya bila wadah (galon) anda kotor. Ini namanya terjadi pencemaran ulang. Jadi pastikan galon anda di cuci bersih dan di bilas dengan air yang telah di proses. Karena bila yang di pakai untuk membilas adalah air yang belum di proses berarti ada air “mentah” yang tersisa di dalam galon. Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjungpinang menggunakan air yang sudah tersaring atau terfilter untuk mencuci bagian dalam galon, ditambah penggunaan mesin penyikat bagian dalam galon yang sangat efektif membersihkan kotoran-kotoran yang mungkin menempel.
  • Bagaimana proses pengisian ke galon. Bakteri dan kotoran selalu ada di udara, jadi dalam proses pengisian yang baik harus di ruang kaca tertutup. Hal ini untuk menjamin tidak ada kotoran dari udara yang masuk ke dalam galon.
  • Tanyakan adakah sertifikasi. Baik itu dari Dinas Kesehatan atau laboratorium lainnya yang sudah terakreditasi, yang menyatakan bahwa air produk depot tersebut bisa langsung di minum sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Umumnya pemeriksaan dari Laboratorium meliputi 3 kategori utama yaitu Fisika, Kimia dan Biologi. Depot air minum isi ulang DIAN-RO yang terletak di jl.Anggrek Merah, ruko perumahan Anggrek Mas I, telah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, yang menyatakan air minum isi ulang produksi DIAN-RO lulus uji laik sehat. Pengujian sampel dilakukan di laboratorium PT.Sucofindo di kota Batam yang mempunyai reputasi laboratorium terbesar, terlengkap dan sudah terakreditasi di Indonesia.
  • Sumber air baku. Tanyakan kepada pemilik depot air minum ditempat biasa anda beli, dari manakah sumber air baku yang akan disaring atau difilter untuk menjadi air siap minum. Apakah daaerah sekitar sumber air baku tersebut sudah tercemar atau belum. Apakah hasil test laboratorium membolehkan untuk dijadikan sumber air baku. Sumber air baku depot air minum isi ulang (DAMIU) DIAN-RO telah lulus uji layak untuk di proses yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang berdasarkan hasil test laboratorium PT.Sucofindo di Batam.
  • Lihat, cium dan rasakan. Bila terlihat warna yang lain selain bening berarti sudah tidak layak di minum. Air minum tidak boleh ada bau. Dan terakhir rasakan air tersebut anda akan bisa bedakan mana yang baik dan tidak.
  • Tes mengunakan TDS  (Total Dissolved Solids) Meter. Umumnya air minum isi ulang dari pegunungan (air mineral) berkisar 30 s/d 80 ppm, jika air murni RO sekitar 02 s/d 30 ppm. Namun ini hanya merupakan salah satu parameter saja dari air minum tersebut. Air isi ulang siap minum DIAN-RO memiliki TDS dibawah 10, yaitu 4 ppm, berdasarkan hasil test laboratorium oleh PT.Sucofindo di Batam

Demikian beberapa tips untuk memilih air minum isi ulang yang sehat. Semoga bermanfaat bagi anda yang akan menggunakan air minum isi ulang, khususnya di daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia.

Upaya Peningkatan Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Indonesia

March 25, 2013

Jakarta, 21 februari 2013

Upaya Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan kualitas air minum isi ulang di Indonesia, yaitu akan membuat edaran kembali ke semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), serta menyempurnakan pedoman penyelenggaraan Higiene Sanitasi yang sudah ada sejak 2006. Kemudian terus menjaga mutu Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), yang kini sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan memasukkan kegiatan ini dalam pilar 3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM).

Demikian informasi yang di sampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melalui pesan elektronik kepada Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI (21/2).

Ada beberapa aturan yang sudah ada mengenai depot air minum isi ulang. yaitu mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Permenkes nomor 492 tahun 2010 tentang  ambang batas parameter wajib, misalnya mengenai mikrobiologi seperti (bakteri e-coli), mengenai kimia seperti (unsur-unsur kimia  argon, fluor, crom, dll), dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu, dll), serta parameter tambahan yang jarang ditemukan. Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan, jelas Prof. Tjandra.

Sementara itu, mengenai izin untuk membuka usaha “Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) ” atau kini banyak disebut sebagai “Depot Air Minum (DAM) “, di berbagai provinsi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat, biasanya melalui badan perijinan terpadu yang akan meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat, berdasar inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk Balai POM, Balai Teknik Kesehatan Linkungan (BTKL), kata Prof. Tjandra.

Tata laksana pengawasan kualitas air minum diatur oleh  Permenkes nomor 736 tahun 2010, secara internal pengawasan kualitas air minum isi ulang dilakukan oleh pengusaha. Secara eksternal pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium (di Balai POM, BTKL, dll), dalam Permenkes ini diatur ttg sanksi oleh Pemda, berupa peringatan sampai dengan pelarangan distribusi di wilayah, tambah Prof. Tajandra. Untuk kota Tg pinang (Tanjungpinang) pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang (Tgpinang).

Menurut Prof. Tjandra Proses kegiatan di usaha Depot Air Minum antara lain, harus mendapatkan air bersih dari berbagai sumber (PDAM, air ledeng, mata air, mobil tangki air, dll), dilakukan filtrasi, bisa dengan karbon aktif, juga mungkin ada proses dengan ozon, proses akhir a.l dengan sinar UV, pengemasan ke galon air.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id.

sumber: www.depkes.go.id.

Jika Bisnis Depot Air Minum Isi Ulang Abaikan Standar Kesehatan

March 23, 2013

Yayuk Tika terdiam beberapa lama di depan galon kemasan air isi ulang di dispenser. Seingatnya, bukan merek di galon itu yang awalnya dipesan. Rasanya juga berbeda.

NURALI MAHMUDI – Tanjungpinang

Rupanya, sang suami yang memesan air isi ulang di tempat lain. Ketika dicoba, rasanya berbeda dengan langganan sebelumnya. Namun apa boleh buat, kata suaminya, dengan ukuran yang sama, fasilitas pengantaran yang sama, harganya lebih murah dari depot air yang biasa ia beli.

Tentu muncul kekhawatiran di hati Tika, apalagi ia memiliki dua anak kecil yang setiap hari mengonsumsi air tersebut. Sebenarnya ia mau masak air minum di perumahannya, di Batu 12, lancar. Sayang, air ledeng masih sering macet.

Sebenarnya, ada pertanyaan di hati Tika, khususnya seringnya galon kemasan air isi ulang yang berganti-ganti merek. Padahal yang mengantarnya kadang sama. Maklumlah, air kemasan isi ulang yang dikonsumsi keluarga Tika bukanlah merek unggulan yang iklannya selalu ditayangkan di televisi.

Soal harga tentu saja alasannya. Apalagi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sekarang begitu mudah dijumpai usaha air isi ulang. Mereknya tentu saja beragam. Tika tak tahu mana yang bagus, nyatanya semuanya menawarkan harga yang nyaris sama. Yang membedakannya paling hadiah yang diberikan jika berhasil mengumpulkan sekian voucher isi ulang.

“Yang saya minum sekarang memang lebih murah, karena yang punya teman bapaknya anak-anak,” ungkat Tika, di sebuah pusat belanja, dua hari lalu sekitar pukul 17.00.

Mengapa rasanya beda, meski sama-sama air isi ulang? Seorang teman lama, pengusaha peralatan depot isi ulang mengatakan terdapat beberapa jenis alat yang bisa dibeli. Semakin mahal harganya tentu semakin bagus kualitas air yang dihasilkan.

Beberapa bagian juga diproduksi di negara maju, dengan kualitas yang mendukung kesehatan air yang dihasilkan. Ia memberikan paket-paket harga peralatan depot isi ulang. Dari harga di bawahg Rp10 juta hingga puluhan juta. Jika murah, filternya bisa tak sebanyak jika membeli paket yang agak mahal.

Ia juga mengakui, untuk membuat usaha air minum isi ulang sekarang sangat mudah. Izin dari dinas terkait, yaitu Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota, itu pasti sebagai tanda usahanya legal dan airnya memenuhi standar. Hanya saja ia menyayangkan jika ada pebisnis yang di kemudian hari memproduksi air asal-asalan hanya untuk mencapai target penjualan yang dikalkulasikan dengan gaji pegawai serta sewa tempat.

Beberapa tahun lalu, jika ingin membuka usaha air minum isi ulang, harus mencari sumber mata air di bawah bukit. Kalau di Pulau Bintan sekitar Gunung Lengkuas atau Gunung Bintan. Namun sekarang lebih enak, asalkan air ledeng hidup sudah bisa mencoba bisnis ini.

Teman ini kemudian menyodorkan beberapa hal seputar air minum isi ulang. Air yang layak minum mempunyai standar persyaratan tertentu, yakni persyaratan fisis, kimiawi, dan bakteriologis. Jika satu parameter saja tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum. “Misalnya rasanya aneh atau bau, ini erat kaitannya dengan teknologi yang dipakai oleh si penjual,” katanya.

Ia mengatakan, bisa saja pelaku bisnis ini memproduksi air tak lengkap prosesnya. Proses lengkap bisa dari air ledeng atau sumur dipompa dengan menggunakan pompa jet, sambil diinjeksi dengan larutan kaporit atau kalium permanganat. Dari sini air dialirkan ke tangki reaktor. Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor.

Setelah disaring dengan saringan pasir, selanjutnya air dialirkan ke filter mangan zeolit. Di sini zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dihilangkan. “Zat besi biasanya membuat air tidak enak kalau diminum,” katanya.

Sedangkan pembubuhan kaporit dimaksudkan untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri Escherichia coli atau lebih dikenal dengan E.coli. Reaksi oksidasi besi atau mangan oleh khlorine atau kaporit akan menghasilkan ion hipokhlorit. Ion tersebut merupakan bahan oksidator yang kuat, sehingga meskipun pada kondisi pH rendah dan oksigen terlarut sedikit, dapat mengoksidasi dengan cepat.

Kemudian, dari filter mangan zeolit air selanjutnya dialirkan ke filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro, seperti zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat, dan lain-lain. Setelah melalui filter karbon aktif, air dialirkan ke filter cartrige ukuran 0,5 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di air, sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Selanjutnya, air dialirkan ke sterilisator ultraviolet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada di air dapat dibunuh secara sempurna. Untuk lebih aman lagi, bisa dilengkapai dengan ozon generator yang diinjeksikan setelah filter cartridge. ‘’Air yang keluar dari sistem ini sudah siap minum,” imbuhnya.

Dalam kaitannya dengan sinar UV, ia menegaskan bahwa sinar ini sangat berbahaya jika kena mata. Jadi, jangan percaya jika ada yang memberitahu bahwa sinar biru keunguan yang sering menyala di setiap peralatan depot air isi ulang adalah sinar UV. Bukan sinar itu yang bisa membunuh bakteri, itu cuma lampu akuarium.

“Kalau semua proses itu dijalani, peralatannya mahal. Tak aneh jika kemudian ayang memangkas proses itu,” tuturnya.

Pemotongan proses dengan menekankan pada sterilisasi dengan sinar UV dan ozonisasi. Jadi proses penghilangan bau, polutan mikro, logam berat, dan sebagainya diabaikan. Alasannya, air sumbernya sudah bagus. Jadi tinggal membunuh bakterinya.

Begitulah kekhawatiran Tika terhadap kemasan maupun isi ulang air minum. Kepala Disperindag Tanjungpinang, Drs H Efiyar M Amin turut berkomentar di media ini kemarin. Ia menganjurkan seharusnya galon bekas, apalagi yang sudah rusak, tidak boleh digunakan lagi. Begitu juga dengan penggunaan merek orang lain. Penggunaan galon bekas, khususnya yang sudah rusak sangat tidak dibenarkan sebab dapat mempengaruhi kualitas air di dalamnya.

‘’Kita ingin usaha ini berkembang dengan baik, namun tetap memerhatikan kualitasnya. Galon yang bagus ada lapisan pelindung di dalamnya dan ada batas waktunya,’’ katanya di koran ini, kemarin.

Tika masih saja bertanya dalam hati, semuanya tergantung nurani. Tak ada pengusaha yang ingin merugi, namun dengan proses pengolahan air yang sesuai aturan dan standarisasinya dipatuhi, ia yakin pelanggan akan memilihnya. “Kalau tidak, biarlah saya masak air sendiri. Semoga air ledeng lancar mengalir,” katanya.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Pengusaha Depot Air Minum Tanjungpinang bentuk APDAMI

March 21, 2013

Pertengahan tahun 2004, Pemko Tanjung pinang menerbitkan Perda Nomor 7 tentang retribusi pelayanan kesehatan non medik. Dalam Perda tersebut pengusaha depot air minum isi ulang dikenakan biaya retribusi sebesar Rp500 ribu pertahun. Biaya tersebut sudah digunakan untuk perizinan, transportasi, akomodasi petugas, administrasi, pengadaan peralatan cek labor sampai dengan pemeriksaan mokrobiologi dan ATK. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 736/Menkes/Per/VI/2010 tentang laksana pengawasan karakter air minum, Dinkes Kota Tanjungpinang mengeluarkan surat tentang biaya pemeriksaan sampel air bagi pengusaha depot air minum. Dalam surat Dinkes nomor 443.51/1196/Dinkes/2012 yang diterbitkan April 2012 lalu tersebut, pengusaha dibebankan membayar Rp20 ribu perbulan.
Dalam pelaksanaan Perda maupun surat Dinkes mengenai pembayaran Rp20 ribu, pengusaha depot air minum tidak keberatan. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, sebanyak 95 pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang mengeluh. Soalnya, pemeriksaan cek labor harus dilakukan di Kota Batam. Untuk melakukan pemeriksaan cek labor tersebut, pengusaha kembali dipungut biaya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per pengusaha untuk perjalanan dinas serta akomodasi dan transportasi petugas.
Selain itu, dalam pemeriksaan kualitas air pihak pengusaha mengeluh tentang keputusan petugas yang dianggap asal-asalan. Setiap pertama diinformasikan, air minum pengusaha selalu dikatakan mengandung elkoli atau bakteri. Tapi ketika pengusaha memprotes, hasil pemeriksaan beberapa hari kemudian dianggap baik atau tidak mengandung bakteri. Padahal, banyak petugas yang tidak mengetahui nama maupun fungsi peralatan yang digunakan depot air minum.
“Banyak biaya yang dikeluarkan pengusaha depot air minum selama ini. Jika tidak dibayar, proses perpanjangan izin selalu terkendala. Makanya kami membentuk Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Indonesia (APDAMI) Kota Tanjung pinang, Maret 2012 lalu,” ujar Edward Mandala alias Edo, Ketua APDAMI Tanjungpinang usai rapat pengurus dan anggota di Bintan Center Batu Sembilan, Sabtu malam lalu.
Pada kesempatan yang sama, pengusaha depot air minum yang terdaftar sebagai anggota APDAMI Tanjung pinang, Hotman (45) menjelaskan, saat ini jumlah pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang yang terdaftar di Dinkes sebanyak 105 pengusaha. Namun yang aktif sebanyak 95 pengusaha depot. Dari jumlah itu sudah terdaftar sebagai anggota APDAMI hampir 50 pengusaha. APDAMI membuka kesempatan kepada pengusaha depot air isi ulang yang belum terdaftar untuk menjadi anggota. Soalnya, APDAMI yang saat ini berkantor di Jl Perikanan Batu Hitam dibentuk untuk memberikan pelayanan bagi pengusaha dalam semua hal yang berkaitan dengan usaha, perizinan maupun aspek lain.
“APDAMI dibentuk akan menjadi mitra bagi Pemko maupun Dinkes Tg pinang. Terutama dalam pelaksanaan Perda retribusi, penyediaan peralatan cek labor dan peningkatan kualitas air minum. Termasuk untuk penetapan dan kualitas air baku maupun kualitas air yang dimasukan ke dalam galon. Selama ini biaya dibebankan kepada pengusaha oleh petugas dengan alasan pemeriksaan atau cek labor hanya ada di Kota Batam,” tambah Hotman di dampingi pengurus dan anggota lainnya.
Seorang pengusaha depot air minum Tanjungpinang, Erika (30), mengaku, pendapatan pengusaha depot air minum saat ini sangat minim. Sehari hanya berkisar 20 galon yang terjual dengan harga bervariasi, rata-rata Rp4 ribu per galon. Dari usaha itu keuntungan yang didapat sangat kecil dalam satu bulan. Itu belum termasuk membayar beberapa orang pekerja.
“Kalau kami dibebankan biaya lagi di luar ketentuan yang ada oleh petugas, lambat laun usaha kami tutup,” keluh Eka. Hingga berita ini ditulis, pihak Dinkes Tanjungpinang belum berhasil dimintai keterangan. Ketika koran ini mendatangi kantor Dinkes, sedang tutup.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Next Page »

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO