Depot Air Minum Diduga Mengandung Bakteri E-Coli

September 29, 2014

Karena diduga mengandung bakteri E-coli, yaitu bakteri yang menyebabkan diare pada manusia, Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga membekukan pengoperasian depot air minum isi ulang di Kecamatan Singkep Barat. Pembekuan operasi dilakukan sampai ada  hasil uji laboratorium terkait dugaan produksi air minum galon yang mengandung bakteri e-coli. Selain diduga mengandung bakteri, depot air minum tersebut juga tidak menjaga kebersihan depot tempat usahanya. Sehingga menambah faktor penunjang sebab dibekukannya depot tersebut.

“Untuk sementara waktu, kami meminta pemilik depot untuk menunda pendistribusian air minum kepada masyarakat. Hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel air dari salah satu depot, kami mendapati air tersebut mengandung bakteri e-coli,” ujar Kepala Seksi Lingkungan Dinkes Kabupaten Lingga Sri Dewi, Senin (24/3).

Awalnya, pihak Dinkes hanya melayangkan surat pembekuan bagi operasional depot air minum tersebut. Sepertinya, peringatan ini tidak diacuhkan oleh pemilik depot. Maka, Dinkes Kabutapan Lingga mengambil langkah tegas dengan menutup tempat usaha tersebut.

”Kami sudah melakukan pengecekan ke depot. Kami menemukan lumut pada pipa pengisian ke galon. Di samping itu, depot bersebelahan dengan toko bahan bangunan. Inilah yang diduga mempengaruhi kualitas air minum,” ungkapnya.

Berdasarkan data dilapangan Dinkes di Kabupaten Lingga sangat kewalahan melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha air minum isi ulang. Pasalnya, beberapa tempat usaha ini banyak yang tidak mengikuti peraturan tentang kebersihan. Padahal kebersihan adalah syarat utama agar kualitas air minum yang diproduksi tetap baik dan terjaga.

Berbeda dengan depot air minum Reverse Osmosis DIAN-RO Tj Pinang yang selalu menjaga kebersihan tempat usahanya. Alhasil segala perizinan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang dapat dengan mudah didapat.

Sumber : Tanjungpinang Pos, dengan sedikit tambahan.

Kemarau Omzet Depot Isi Ulang Air Minum Tanjungpinang Meningkat

June 4, 2014

Bintan – Tanjungpinang, Isukepri.com – Musim kemarau yang melanda wilayah Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang dalam beberapa bulan terakhir ini membuat omset depot isi ulang air minum meningkat. Dimusim kemarau berkepanjangan seperti ini juga berdampak pada permintaan isi ulang air minum.

Menurut Ijal, salah seorang pemilik Depot isi air ulang ‘Tirta Qua’ di Bintan Timur Kabupaten Bintan, meningkatnya permintaan isi ulang air mineral disebabkan oleh krisis air bersih akibat kemarau.

“Permintaan isi ulang air mineral akhir-akhir ini memang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya,” kata Ijal, Jumat (14/2).

Hal senada juga dikatakan Fauzan, yang juga pemilik depot isi ulang air minum di Tanjung pinang (TPI), Dirinya mengaku dalam sehari, sedikitnya ada 200 galon yang habis terjual.

“Sehari itu bisa 200 galon, padahal biasanya tak sampai segitu,” ujar Fauzan. (CR12)

Sumber; www.Isukepri.com

Menjaga kebersihan filter

May 26, 2014

Dalam dunia usaha depot air minum isi ulang, menjaga kebersihan filter sangat penting sekali, bahkan menjadi prioritas utama. Hal ini dimaksudkan agar produk air minum yang dihasilkan dapat tetap terjaga kualitasnya. Depot air minum isi ulang ro dian-ro sangat memperhatikan hal tersebut. Kami sadar akan pentingnya menjaga kebersihan filter-filter yang ada di depot dian-ro. Sehingga pelanggan kami yang sudah menjalin hubungan pembelian dengan depot air minum reverse osmosis kami selama 1 tahun lebih sejak berdirinya depot dian-ro di Tanjungpinang ini tetap terjaga. Bahkan promosi dari mulut ke mulut pelanggan kami yang berada di kota melayu Tanjung Pinang ini yang merasa puas dengan kualitas air minum hasil penyaringan filtrasi reverse osmosis kami menjadikan promosi yang positif bagi depot air minum RO Dian-RO di TPI.

Pentingnya Sertifikat Laik Sehat Depot Air Minum

May 22, 2014

Tanjungpinag — Usaha air minum isi ulang di Tanjungpinang saat ini diyakini masih belum semua memenuhi prosedur kesehatan, salah satunya memiliki sertifikat laik sehat (SLS). Untuk itu masyarakat diminta teliti saat membeli air isi ulang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang. Rustam, ketika ditemui di ruangan kerjanya kemarin mengatakan, seharusnya seluruh usaha air isi ulang mengurus sertifikat itu. Dengan adanya sertifikat laik sehat, baru bisa dipastikan air yang dijual benar-benar layak diminum. “Kalau di tempat penjualan air isi ulang galon tidak ada SLS, berarti tidak ada pengecekan dari Dinkes,”kata Rustam.

Biasanya sertifikat itu ditempel oleh pemilik usaha terseebut. Dengan begitu calon konsumen tahu, air yang dibeli itu benar-benar layak minum. Dikatakan Rustam, pihaknya melakukan pengecekan untuk mengetahui bakteri yang ada dalam kandungan air bersih. Pengecekan dilakukan tiga bulan sekali. Tak hanya airnya, alat yang digunakan juga dicek. Hanya pengecekan alatnya cuma enam bulan sekali. “Kita mengecek untuk melihat bakterinya. Kalau benar-benar nol (0) air bersih tersebut tidak ada mengandung bakteri,”sebut Rustam. Saat ini data yang ada di Dinas Kesehatan Tanjungpinang, ada 117 usaha tempat penjualan air isi ulang selalu dicek. Ke 117 usaha tempat usaha tersebut sudah memiliki SLS, kalau pemilik usaha tidak mengurus? Ketika tidak diurus, dikatakannya, akan diberi surat teguran dan selanjutnya dibina.”Untuk sementara ini masih dibilang relatif aman,”terangnya.

Depot air minum isi ulang DIAN-RO sejak berdiri telah mengantongi Sertifikat Laik Sehat (SLS) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang tahung 2013. Pada tahun kedua beroperasinya depot air minum isi ulang dengan filtrasi teknologi reverse osmosis (RO) terbaru ini kami juga telah melakukan pengurusan izin yang harus diperbaharui setiap tahunnya. Hasil pengujian dan pengecekan air baku serta air hasil yang siap minum menunjukkan indikasi yang baik. Hal ini membuktikan air minum hasil pengolahan oleh depot DIAN-RO layak untuk diminum.

Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang

May 3, 2013

Pemeriksaan Laboratorium uji kualitas air adalah hal utama dan penting dalam hal untuk menjamin kesehatan produk air minum isi ulang. Hal ini mengingat bahwa depot air minum isi ulang harus memiliki jaminan kesehatan bagi masyarakat. Karena apabila tidak memenuhi standar kelayakan Hygiene Sanitasi air Minum dapat menyebabkan penyakit diare, Muntaber, Keracunan, dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan lainnya. Sehingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan Laboratorium ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Pengawasan Kualitas Air Minum. Parameter yang diuji berkaitan dengan tingkat kesehatan air yaitu Pemeriksaan Bakteriologi ( tidak terdapat kandungan Escherichia coli 0% ), Pemeriksaan Fisik ( bau,jumlah zat terlarut, kekeruhan, salinitas, rasa dan bau ), Pemeriksaan Kimia ( Aluminium, Besi, Khlorida, Mangan, Nitrat, Nitrit, pH, Sulfat ). Selain itu dilakukan juga pemeriksaan kualitas air baku, peralatan yang digunakan, sanitasi tempat, dan kebersihan pekerja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas air minum.

Uji kualitas air ini dilakukan setiap 1 bulan sekali, yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan tempat domisili depot tersebut berada. Bagi pengusaha depot air minum isi ulang yang telah melakukan pemeriksaan laboratorium diberikan Surat hasil laboratorium dan bahkan kini untuk beberapa daerah di indonesia sudah ada surat Rekomendasi Layak/laik Hygiene Sanitasi Air Minum pihak Dinas Kesehatan setempat . Bagi depot yang telah memiliki rekomendasi tersebut dilakukan inspeksi sanitasi oleh petugas sanitasi yang ditunjuk

Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota pada tahun 2013. Berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan dan Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang menyatakan bahwa air baku dan air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjungpinang yang terletak di jalan Anggrek Merah telah lulus uji laik sehat untuk air minum dan berhak untuk mendistribusikan air hasil tersebut untuk disebarkan kepada masyarakat sekitar Tanjung Pinang.

Ciri-ciri Air Tanah Tercemar

April 1, 2013

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Sumber air baku depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang berasal dari air sumur yang dijamin kesehatannya. Sumber air baku tersebut telah dinyatakan laik sehat oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, berdasarkan hasil laboratorium yang di ujikan oleh laboratorium terkemuka PT.Sucofindo di Batam. Sehingga air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tg Pinang yang dijual ke masyarakat juga merupakan air minum isi ulang yang sehat.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

sumber: detikHealthdetikcom

Upaya Peningkatan Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Indonesia

March 25, 2013

Jakarta, 21 februari 2013

Upaya Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan kualitas air minum isi ulang di Indonesia, yaitu akan membuat edaran kembali ke semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), serta menyempurnakan pedoman penyelenggaraan Higiene Sanitasi yang sudah ada sejak 2006. Kemudian terus menjaga mutu Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), yang kini sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan memasukkan kegiatan ini dalam pilar 3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM).

Demikian informasi yang di sampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melalui pesan elektronik kepada Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI (21/2).

Ada beberapa aturan yang sudah ada mengenai depot air minum isi ulang. yaitu mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Permenkes nomor 492 tahun 2010 tentang  ambang batas parameter wajib, misalnya mengenai mikrobiologi seperti (bakteri e-coli), mengenai kimia seperti (unsur-unsur kimia  argon, fluor, crom, dll), dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu, dll), serta parameter tambahan yang jarang ditemukan. Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan, jelas Prof. Tjandra.

Sementara itu, mengenai izin untuk membuka usaha “Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) ” atau kini banyak disebut sebagai “Depot Air Minum (DAM) “, di berbagai provinsi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat, biasanya melalui badan perijinan terpadu yang akan meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat, berdasar inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk Balai POM, Balai Teknik Kesehatan Linkungan (BTKL), kata Prof. Tjandra.

Tata laksana pengawasan kualitas air minum diatur oleh  Permenkes nomor 736 tahun 2010, secara internal pengawasan kualitas air minum isi ulang dilakukan oleh pengusaha. Secara eksternal pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium (di Balai POM, BTKL, dll), dalam Permenkes ini diatur ttg sanksi oleh Pemda, berupa peringatan sampai dengan pelarangan distribusi di wilayah, tambah Prof. Tajandra. Untuk kota Tg pinang (Tanjungpinang) pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang (Tgpinang).

Menurut Prof. Tjandra Proses kegiatan di usaha Depot Air Minum antara lain, harus mendapatkan air bersih dari berbagai sumber (PDAM, air ledeng, mata air, mobil tangki air, dll), dilakukan filtrasi, bisa dengan karbon aktif, juga mungkin ada proses dengan ozon, proses akhir a.l dengan sinar UV, pengemasan ke galon air.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id.

sumber: www.depkes.go.id.

Jika Bisnis Depot Air Minum Isi Ulang Abaikan Standar Kesehatan

March 23, 2013

Yayuk Tika terdiam beberapa lama di depan galon kemasan air isi ulang di dispenser. Seingatnya, bukan merek di galon itu yang awalnya dipesan. Rasanya juga berbeda.

NURALI MAHMUDI – Tanjungpinang

Rupanya, sang suami yang memesan air isi ulang di tempat lain. Ketika dicoba, rasanya berbeda dengan langganan sebelumnya. Namun apa boleh buat, kata suaminya, dengan ukuran yang sama, fasilitas pengantaran yang sama, harganya lebih murah dari depot air yang biasa ia beli.

Tentu muncul kekhawatiran di hati Tika, apalagi ia memiliki dua anak kecil yang setiap hari mengonsumsi air tersebut. Sebenarnya ia mau masak air minum di perumahannya, di Batu 12, lancar. Sayang, air ledeng masih sering macet.

Sebenarnya, ada pertanyaan di hati Tika, khususnya seringnya galon kemasan air isi ulang yang berganti-ganti merek. Padahal yang mengantarnya kadang sama. Maklumlah, air kemasan isi ulang yang dikonsumsi keluarga Tika bukanlah merek unggulan yang iklannya selalu ditayangkan di televisi.

Soal harga tentu saja alasannya. Apalagi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sekarang begitu mudah dijumpai usaha air isi ulang. Mereknya tentu saja beragam. Tika tak tahu mana yang bagus, nyatanya semuanya menawarkan harga yang nyaris sama. Yang membedakannya paling hadiah yang diberikan jika berhasil mengumpulkan sekian voucher isi ulang.

“Yang saya minum sekarang memang lebih murah, karena yang punya teman bapaknya anak-anak,” ungkat Tika, di sebuah pusat belanja, dua hari lalu sekitar pukul 17.00.

Mengapa rasanya beda, meski sama-sama air isi ulang? Seorang teman lama, pengusaha peralatan depot isi ulang mengatakan terdapat beberapa jenis alat yang bisa dibeli. Semakin mahal harganya tentu semakin bagus kualitas air yang dihasilkan.

Beberapa bagian juga diproduksi di negara maju, dengan kualitas yang mendukung kesehatan air yang dihasilkan. Ia memberikan paket-paket harga peralatan depot isi ulang. Dari harga di bawahg Rp10 juta hingga puluhan juta. Jika murah, filternya bisa tak sebanyak jika membeli paket yang agak mahal.

Ia juga mengakui, untuk membuat usaha air minum isi ulang sekarang sangat mudah. Izin dari dinas terkait, yaitu Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota, itu pasti sebagai tanda usahanya legal dan airnya memenuhi standar. Hanya saja ia menyayangkan jika ada pebisnis yang di kemudian hari memproduksi air asal-asalan hanya untuk mencapai target penjualan yang dikalkulasikan dengan gaji pegawai serta sewa tempat.

Beberapa tahun lalu, jika ingin membuka usaha air minum isi ulang, harus mencari sumber mata air di bawah bukit. Kalau di Pulau Bintan sekitar Gunung Lengkuas atau Gunung Bintan. Namun sekarang lebih enak, asalkan air ledeng hidup sudah bisa mencoba bisnis ini.

Teman ini kemudian menyodorkan beberapa hal seputar air minum isi ulang. Air yang layak minum mempunyai standar persyaratan tertentu, yakni persyaratan fisis, kimiawi, dan bakteriologis. Jika satu parameter saja tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum. “Misalnya rasanya aneh atau bau, ini erat kaitannya dengan teknologi yang dipakai oleh si penjual,” katanya.

Ia mengatakan, bisa saja pelaku bisnis ini memproduksi air tak lengkap prosesnya. Proses lengkap bisa dari air ledeng atau sumur dipompa dengan menggunakan pompa jet, sambil diinjeksi dengan larutan kaporit atau kalium permanganat. Dari sini air dialirkan ke tangki reaktor. Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor.

Setelah disaring dengan saringan pasir, selanjutnya air dialirkan ke filter mangan zeolit. Di sini zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit dihilangkan. “Zat besi biasanya membuat air tidak enak kalau diminum,” katanya.

Sedangkan pembubuhan kaporit dimaksudkan untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri Escherichia coli atau lebih dikenal dengan E.coli. Reaksi oksidasi besi atau mangan oleh khlorine atau kaporit akan menghasilkan ion hipokhlorit. Ion tersebut merupakan bahan oksidator yang kuat, sehingga meskipun pada kondisi pH rendah dan oksigen terlarut sedikit, dapat mengoksidasi dengan cepat.

Kemudian, dari filter mangan zeolit air selanjutnya dialirkan ke filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro, seperti zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat, dan lain-lain. Setelah melalui filter karbon aktif, air dialirkan ke filter cartrige ukuran 0,5 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di air, sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Selanjutnya, air dialirkan ke sterilisator ultraviolet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada di air dapat dibunuh secara sempurna. Untuk lebih aman lagi, bisa dilengkapai dengan ozon generator yang diinjeksikan setelah filter cartridge. ‘’Air yang keluar dari sistem ini sudah siap minum,” imbuhnya.

Dalam kaitannya dengan sinar UV, ia menegaskan bahwa sinar ini sangat berbahaya jika kena mata. Jadi, jangan percaya jika ada yang memberitahu bahwa sinar biru keunguan yang sering menyala di setiap peralatan depot air isi ulang adalah sinar UV. Bukan sinar itu yang bisa membunuh bakteri, itu cuma lampu akuarium.

“Kalau semua proses itu dijalani, peralatannya mahal. Tak aneh jika kemudian ayang memangkas proses itu,” tuturnya.

Pemotongan proses dengan menekankan pada sterilisasi dengan sinar UV dan ozonisasi. Jadi proses penghilangan bau, polutan mikro, logam berat, dan sebagainya diabaikan. Alasannya, air sumbernya sudah bagus. Jadi tinggal membunuh bakterinya.

Begitulah kekhawatiran Tika terhadap kemasan maupun isi ulang air minum. Kepala Disperindag Tanjungpinang, Drs H Efiyar M Amin turut berkomentar di media ini kemarin. Ia menganjurkan seharusnya galon bekas, apalagi yang sudah rusak, tidak boleh digunakan lagi. Begitu juga dengan penggunaan merek orang lain. Penggunaan galon bekas, khususnya yang sudah rusak sangat tidak dibenarkan sebab dapat mempengaruhi kualitas air di dalamnya.

‘’Kita ingin usaha ini berkembang dengan baik, namun tetap memerhatikan kualitasnya. Galon yang bagus ada lapisan pelindung di dalamnya dan ada batas waktunya,’’ katanya di koran ini, kemarin.

Tika masih saja bertanya dalam hati, semuanya tergantung nurani. Tak ada pengusaha yang ingin merugi, namun dengan proses pengolahan air yang sesuai aturan dan standarisasinya dipatuhi, ia yakin pelanggan akan memilihnya. “Kalau tidak, biarlah saya masak air sendiri. Semoga air ledeng lancar mengalir,” katanya.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Pengusaha Depot Air Minum Tanjungpinang bentuk APDAMI

March 21, 2013

Pertengahan tahun 2004, Pemko Tanjung pinang menerbitkan Perda Nomor 7 tentang retribusi pelayanan kesehatan non medik. Dalam Perda tersebut pengusaha depot air minum isi ulang dikenakan biaya retribusi sebesar Rp500 ribu pertahun. Biaya tersebut sudah digunakan untuk perizinan, transportasi, akomodasi petugas, administrasi, pengadaan peralatan cek labor sampai dengan pemeriksaan mokrobiologi dan ATK. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 736/Menkes/Per/VI/2010 tentang laksana pengawasan karakter air minum, Dinkes Kota Tanjungpinang mengeluarkan surat tentang biaya pemeriksaan sampel air bagi pengusaha depot air minum. Dalam surat Dinkes nomor 443.51/1196/Dinkes/2012 yang diterbitkan April 2012 lalu tersebut, pengusaha dibebankan membayar Rp20 ribu perbulan.
Dalam pelaksanaan Perda maupun surat Dinkes mengenai pembayaran Rp20 ribu, pengusaha depot air minum tidak keberatan. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, sebanyak 95 pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang mengeluh. Soalnya, pemeriksaan cek labor harus dilakukan di Kota Batam. Untuk melakukan pemeriksaan cek labor tersebut, pengusaha kembali dipungut biaya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per pengusaha untuk perjalanan dinas serta akomodasi dan transportasi petugas.
Selain itu, dalam pemeriksaan kualitas air pihak pengusaha mengeluh tentang keputusan petugas yang dianggap asal-asalan. Setiap pertama diinformasikan, air minum pengusaha selalu dikatakan mengandung elkoli atau bakteri. Tapi ketika pengusaha memprotes, hasil pemeriksaan beberapa hari kemudian dianggap baik atau tidak mengandung bakteri. Padahal, banyak petugas yang tidak mengetahui nama maupun fungsi peralatan yang digunakan depot air minum.
“Banyak biaya yang dikeluarkan pengusaha depot air minum selama ini. Jika tidak dibayar, proses perpanjangan izin selalu terkendala. Makanya kami membentuk Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Indonesia (APDAMI) Kota Tanjung pinang, Maret 2012 lalu,” ujar Edward Mandala alias Edo, Ketua APDAMI Tanjungpinang usai rapat pengurus dan anggota di Bintan Center Batu Sembilan, Sabtu malam lalu.
Pada kesempatan yang sama, pengusaha depot air minum yang terdaftar sebagai anggota APDAMI Tanjung pinang, Hotman (45) menjelaskan, saat ini jumlah pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang yang terdaftar di Dinkes sebanyak 105 pengusaha. Namun yang aktif sebanyak 95 pengusaha depot. Dari jumlah itu sudah terdaftar sebagai anggota APDAMI hampir 50 pengusaha. APDAMI membuka kesempatan kepada pengusaha depot air isi ulang yang belum terdaftar untuk menjadi anggota. Soalnya, APDAMI yang saat ini berkantor di Jl Perikanan Batu Hitam dibentuk untuk memberikan pelayanan bagi pengusaha dalam semua hal yang berkaitan dengan usaha, perizinan maupun aspek lain.
“APDAMI dibentuk akan menjadi mitra bagi Pemko maupun Dinkes Tg pinang. Terutama dalam pelaksanaan Perda retribusi, penyediaan peralatan cek labor dan peningkatan kualitas air minum. Termasuk untuk penetapan dan kualitas air baku maupun kualitas air yang dimasukan ke dalam galon. Selama ini biaya dibebankan kepada pengusaha oleh petugas dengan alasan pemeriksaan atau cek labor hanya ada di Kota Batam,” tambah Hotman di dampingi pengurus dan anggota lainnya.
Seorang pengusaha depot air minum Tanjungpinang, Erika (30), mengaku, pendapatan pengusaha depot air minum saat ini sangat minim. Sehari hanya berkisar 20 galon yang terjual dengan harga bervariasi, rata-rata Rp4 ribu per galon. Dari usaha itu keuntungan yang didapat sangat kecil dalam satu bulan. Itu belum termasuk membayar beberapa orang pekerja.
“Kalau kami dibebankan biaya lagi di luar ketentuan yang ada oleh petugas, lambat laun usaha kami tutup,” keluh Eka. Hingga berita ini ditulis, pihak Dinkes Tanjungpinang belum berhasil dimintai keterangan. Ketika koran ini mendatangi kantor Dinkes, sedang tutup.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Pengusaha Depot Air Minum Isi Ulang Kota Tanjungpinang Protes

March 16, 2013

Biaya Perpanjangan Izin Rp2 Juta

Haluan Kepri – Pengusaha depot air minum isi ulang di Kota Tanjungpinang protes. Pasalnya, Dinas Kesehatan Tanjungpinang mematok biaya perpanjangan izin sebesar Rp2 juta.

“Sewaktu kita mengurus izin baru dulunya juga dikenakan Rp2 Juta, sekarang perpanjangan izin juga dikenakan Rp2 juta. Ini memberatkan bagi saya dan juga kawan-kawan  pengusaha sejenis lainnya. Kini banyak yang tak memperpanjang isin usahanya,” kata Weli, salah seorang pengusaha depot air minum isi ulang di kawasan Tanjung Unggat, Jumat (3/2).

Menurut Weli, biaya sebesar itu sangat mahal. Katanya, usaha yang dia jalankan tergolong usaha kecil. atas alasan itu, Weli dan pengusaha lain meminta keringanan dari Dinkes. “Kita berharap ada keringananlah, biaya sebesar itu memberatkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Ahmad Yani saat ditanya berapa biaya pengurusan perpanjangan izin usaha air isu ulang tersebut, menyebut hanya Rp1,5 juta. Biaya tersebut, rinciannya Rp1 juta untuk pemeriksaan dan Rp500 ribu untuk retribusi.

Menurut Ahmad Yani, pemeriksaan perizinan untuk air minum galon dilakukan oleh dua instasi, yakni PT  Sucofindo dari Batam dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL). Bagi masyarakat yang menggunakan jasa pemeriksaan lewat Sucofindo, kata dia, biasanya biayanya lebih mahal dari BTKL.

“Kalau masyarakat menggunakan jasa Sucofindo untuk mengetahui hasil tes pada air minumnya, kalau tidak salah Rp1,5 juta untuk biaya pemeriksanya dan Rp600 ribu untuk retribusi atau biaya akomodasi petugas,” katanya menjelaskan.

Selama ini, lanjut Yani, BTKKL di bawah Dinkes Tanjungpinang, sudah melakukan kerja sama dengan pihak PT Sucofindo Batam. Alasan perusahaan tersebut dipilih, karena hasil tes air cepat dikeluarkan.

Katanya, semua biaya yang ditagih sesuai dengan perda yang disahkan. “Kita tidak berani melakukan pungutan liar,” terang Yani.

Yani mengimbau, bagi pengusaha air galon yang ingin mengurus perpanjangan izin usahanya jangan menggunakan jasa calo. Karena, tarif yang akan dipungut jauh lebih mahal dibanding membayarnya sendiri ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang.

“Saya mengingatkan kepada semua pengusaha air minum, jangan menggunakan jasa calo untuk mengurus perpanjangan surat perizinan,” katanya.

Sumber: Haluan Kepri

Next Page »

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO