Pengusaha Depot Air Minum Isi Ulang Kota Tanjungpinang Protes

March 16, 2013

Biaya Perpanjangan Izin Rp2 Juta

Haluan Kepri – Pengusaha depot air minum isi ulang di Kota Tanjungpinang protes. Pasalnya, Dinas Kesehatan Tanjungpinang mematok biaya perpanjangan izin sebesar Rp2 juta.

“Sewaktu kita mengurus izin baru dulunya juga dikenakan Rp2 Juta, sekarang perpanjangan izin juga dikenakan Rp2 juta. Ini memberatkan bagi saya dan juga kawan-kawan  pengusaha sejenis lainnya. Kini banyak yang tak memperpanjang isin usahanya,” kata Weli, salah seorang pengusaha depot air minum isi ulang di kawasan Tanjung Unggat, Jumat (3/2).

Menurut Weli, biaya sebesar itu sangat mahal. Katanya, usaha yang dia jalankan tergolong usaha kecil. atas alasan itu, Weli dan pengusaha lain meminta keringanan dari Dinkes. “Kita berharap ada keringananlah, biaya sebesar itu memberatkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Ahmad Yani saat ditanya berapa biaya pengurusan perpanjangan izin usaha air isu ulang tersebut, menyebut hanya Rp1,5 juta. Biaya tersebut, rinciannya Rp1 juta untuk pemeriksaan dan Rp500 ribu untuk retribusi.

Menurut Ahmad Yani, pemeriksaan perizinan untuk air minum galon dilakukan oleh dua instasi, yakni PT  Sucofindo dari Batam dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL). Bagi masyarakat yang menggunakan jasa pemeriksaan lewat Sucofindo, kata dia, biasanya biayanya lebih mahal dari BTKL.

“Kalau masyarakat menggunakan jasa Sucofindo untuk mengetahui hasil tes pada air minumnya, kalau tidak salah Rp1,5 juta untuk biaya pemeriksanya dan Rp600 ribu untuk retribusi atau biaya akomodasi petugas,” katanya menjelaskan.

Selama ini, lanjut Yani, BTKKL di bawah Dinkes Tanjungpinang, sudah melakukan kerja sama dengan pihak PT Sucofindo Batam. Alasan perusahaan tersebut dipilih, karena hasil tes air cepat dikeluarkan.

Katanya, semua biaya yang ditagih sesuai dengan perda yang disahkan. “Kita tidak berani melakukan pungutan liar,” terang Yani.

Yani mengimbau, bagi pengusaha air galon yang ingin mengurus perpanjangan izin usahanya jangan menggunakan jasa calo. Karena, tarif yang akan dipungut jauh lebih mahal dibanding membayarnya sendiri ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang.

“Saya mengingatkan kepada semua pengusaha air minum, jangan menggunakan jasa calo untuk mengurus perpanjangan surat perizinan,” katanya.

Sumber: Haluan Kepri

Depot Air Minum Isi Ulang di Tanjungpinang Dipantau Dinkes Setiap Bulan

March 14, 2013

Usaha air isi ulang kian marak saja. Saat ini di Tanjungpinang ada lebih dari 50 usaha air isi ulang siap konsumsi. Usaha ini setiap bulannya dipantau oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, agar benar-benar layak konsumsi.

Kemarin baru rapat juga soal usaha air isi ulang ini. Kalau tak salah saya ada sekitar 53 usaha air isi ulang siap konsumsi di Tanjung Pinang, ujar Ahmad Yani, Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang , Rabu (7/12) sore.
Kesemua yang terdaftar ini sudah susai standar yang ditetapkan. Dimana Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang setiap bulannya mengecek bahan baku air. Ada beberapa usaha yang memiliki persediaan bahan baku sendiri dan ada juga yang mendatangkan dari luar.
Bahan baku tersebut dicek, apakah susah sesuai standar siap konsumsi atau tidak. Disamping itu juga diperiksa alat vakum pengisian ulang, sehingga air bebas dari bakteri yang berbahaya. Tak dipungkiri juga ada beberapa keluhan yang masuk, tentang air isi ulang ini.
Ada juga beberapa keluhan, terutama mengenai galonnya itu. Tapi kami juga sudah cek dan minta mereka bersihkan dulu galonnya dengan alat khusus, sebelum diisi air yang siap konsumsi, sebut Yani.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah minta agar usaha pengisian air tersebut memasang ijin di lokasi yang mudah dilihat oleh pelanggan. Pelanggan juga diminta teliti dan kritis, saat membeli produk air isi ulang.

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO