Air RO solusi Air Bersih dan Layak Minum di Tanjungpinang Kepri

July 1, 2015

Pada saat musim kemarau di awal tahun 2014 di Tanjung Pinang kemarin, masyarakat Tanjungpinang Kepulauan Riau (Kepri) benar-benar telah merasakan kehidupan yang sangat sulit akibat kekeringan yang panjang. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan di pulau jawa dimana curah hujan pada saat ini sedang tinggi-tingginya yang bahkan kita sering mendengar berita bahwa di pulau Jawa sana sering terjadi banjir. Sudah sangat umum memang bahwa kondisi cuaca khususnya yang berhubungan dengan curah hujan di Tg.Pinang bertolak belakang dengan kondisi di Pulau Jawa.

Karena efek dari musim kering yang rutin terjadi di Tanjung Pinang tersebut Pemko Kota Tanjungpinang menggagas program penyediaan air bersih dengan cara menyuling air laut menjadi air layak pakai bahkan layak di konsumsi dan di minum menggunakan teknologi penyaringan tingkat tinggi, yaitu teknik penyaringan dengan menggunakan saringan Reverse Osmosis atau yang lebih dikenal dengan nama RO.

Program penyulingan menggunakan sistem penyaringan RO diatas dimulai pada tahun 2011 dimana program pertamanya dilaksanakan di Pulau Penyengat, tepatnya di Kampung Bulang. Dimana di awal program tersebut berjalan sangat memberikan efek positip yang banyak bagi masyarakat penyengat dalam hal penyediaan air layak pakai. Namun sangat disayangkan keadaannya pada tahun 2014 kemarin sudah tidak beroperasi lagi. Sehingga penyediaan air bersih dari hasil penyulingan air laut menggunakan teknologi penyaringan Reverse Osmosis berhenti.

Air Galon RO DIAN-RO Naik Harga Rp.8.000

August 21, 2014

Sejak 15 Agustus 2014 harga air minum galon isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO)  DIAN-RO naik harganya, dari yang tadinya Rp.7.000 pergalon menjadi Rp.8.000 pergalon, dimana harga tersebut sudah termasuk biaya antar untuk wilayah kota Tanjungpinang. Kenaikan harga ini dikarenakan biaya operasional yang juga naik, terutama kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) PLN. Faktor lain yaitu nilai rupiah yang semakin anjlok terhadap nilai dollar (US dollar dan Singapore dollar) dimana berkaitan dengan sparepart pompa RO maupun alat-alat penunjang operasional lainnya yang harus dibeli berdasarkan harga dollar.

Demi tetap terjaganya kualitas dari produk air minum galon isi ulang DIAN-RO dan untuk menjaga kepuasan pelanggan yang sudah mengenal air minum reverse osmosis, maka dengan berat hati kami harus menaikkan harga jual pergalon air minum galon RO, baik yang dijemput maupun yang diantar.

DIAN-RO Depot air minum isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO).

Jl.Anggrek Merah, depan perumahan Anggrek Mas I, ruko no.5, Tanjung pinang, Kepulauan Riau (Kepri)

Kemarau Omzet Depot Isi Ulang Air Minum Tanjungpinang Meningkat

June 4, 2014

Bintan – Tanjungpinang, Isukepri.com – Musim kemarau yang melanda wilayah Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang dalam beberapa bulan terakhir ini membuat omset depot isi ulang air minum meningkat. Dimusim kemarau berkepanjangan seperti ini juga berdampak pada permintaan isi ulang air minum.

Menurut Ijal, salah seorang pemilik Depot isi air ulang ‘Tirta Qua’ di Bintan Timur Kabupaten Bintan, meningkatnya permintaan isi ulang air mineral disebabkan oleh krisis air bersih akibat kemarau.

“Permintaan isi ulang air mineral akhir-akhir ini memang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya,” kata Ijal, Jumat (14/2).

Hal senada juga dikatakan Fauzan, yang juga pemilik depot isi ulang air minum di Tanjung pinang (TPI), Dirinya mengaku dalam sehari, sedikitnya ada 200 galon yang habis terjual.

“Sehari itu bisa 200 galon, padahal biasanya tak sampai segitu,” ujar Fauzan. (CR12)

Sumber; www.Isukepri.com

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tanjungpinang

March 20, 2013

Pemerintah daerah berkewajiban melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap sistem penyediaan air minum (SPAM) yang ada di daerah ini. Hasil dari pemantauan dan evaluasi itu kemudian disampaikan ke masyarakat.

“Air minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Karena itu, pemangku kepentingan harus peka terhadap perubahan yang terjadi pada kualitas pelayanan air minum dari waktu ke waktu,” kata Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kherjuli, kepada Tanjungpinang Pos kemarin.

Kata Kherjuli, momen akhir tahun seharusnya dijadikan pemerintah sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pemantauan dan evaluasi. Dan sudah jelas, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pemerintah atau pemerintah daerah diminta melakukan pemantauan.

Dan, evaluasi SPAM dan menyampaikan hasil laporannya kepada masyarakat.Kherjuli menambahkan, pelayanan dan kualitas air yang didapatkan seharusnya lebih baik dan lebih baik lagi. Apalagi, air minum merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dipenuhi negara.

Ditambahkan Kherjuli, kenyataannya, laporan hasil pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan SPAM sering kali tidak disampaikan kepada pihak- pihak yang berkompeten untuk menindaklanjutinya. Akibatnya, kualitas SPAM semakin menurun dan tidak dapat lagi beroperasi sesuai standar yang berlaku. Akhirnya masyarakat yang akan dirugikan.

Di Provinsi Kepri, ada 6 penyelenggara SPAM, yaitu PT ATB di Batam, PDAM Tirta Nusa di Kabupaten Natuna, PDAM Tarempa di Kabupaten Anambas, PDAM Tirta Kepri (Tanjungpinang dan Bintan), Perusda Karimun, dan PDAM Kabupaten Lingga. Belum termasuk SPAM IKK yang berada di Kecamatan dan diluar jangkauan PDAM yang hampir puluhan.

“Kita lihat, di media massa, carut marut pelayanan SPAM masih saja terjadi. Mulai dari masalah yang terkait dengan unit air baku, unit produksi, unit distribusi hingga pelayanan. Belum lagi masalah harga air dan kelembagaan SPAM,” tambah Kherjuli.

Kherjuli mencontohkan, di Karimun hingga saat ini, penyelenggara SPAM masih di bawah Perusda, yaitu berupa unit air bersih. Padahal seharusnya, penyelenggara SPAM sudah harus berdiri sendiri. Untuk itu, Pemkab Karimun perlu membentuk PDAM sendiri.

Di sisi lain, sejumlah rencana SPAM yang molor dari rencana semula. Seperti proyek penyulingan air tawar (RO) di Tanjungpinang, proyek waduk Sei Gesek dan pemasangan jaringan pipa distribusi tahap dua di Sei Gesek Kabupaten Bintan.

Sumber: Tanjungpinang pos

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO