Kualitas Air Minum Bukan Berdasarkan Jernihnya

June 28, 2014

Bayangkan jika anda ditawari air mimum putih oleh orang lain atau pada saat Anda bertamu ke tempat kerabat sahabat Anda, dimana air minum tersebut terlihat keruh atau tidak jernih. Sudah pasti Anda akan segan atau bahkan menolak untuk meminum air tersebut. Sama halnya dengan ayam, silahkan perhatikan bagaimana ayam memilih air minum yang baik baginya. Ayam akan cenderung memilih air yang lebih jernih untuk diminumnya. Lantas bagaimana jika air minum tersebut terlihat sangat jernih sekali, tidak berwarna dan berbau. Apakah hal diatas akan menjamin kualitas dari air minum tersebut? Jawabannya tentu saja TIDAK.

Air minum yang secara kandungan fisik telah memenuhi syarat masih mempunyai kemungkinan akan mengandung logam, bahan-bahan kimia maupun mikroorganisme yang akan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Depot air minum isi ulang reverse osmosis DIAN-RO Tanjung Pinang menjamin akan kemurnian air minum hasil penyaringan kami. Telah terbukti dari hasil laboratorium bahwa air minum isi ulang galon RO kami 99,9 % dinyatakan sebagai air murni. Artinya air minum isi ulang galon depot DIAN-RO Tjpinang hampir bisa dipastikan tidak mengandung logam berat, bahan kimia, mikroorganisme, bakteri dan bahkan virus sekalipun. Maka sudah barang tentu air minum murni isi ulang galon RO DIAN-RO akan terlihat jernih bersih dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan tubuh manusia.

Cara Kerja Mesin Sikat Galon Air Isi Ulang RO

June 7, 2014

Konsep dan cara kerja mesin sikat galon ini cukup praktis. Galon air yang kosong setelah dikembalikan dari konsumen sebelumnya diberi air hasil penyaringan atau air minum RO sedikit, agar pada saat pencucian dengan alat mesin sikat galon nanti kondisi galon basah, tidak kering. Kemudian galon yang telah berisi air bersih sedikit, atau secukupnya dimasukkan ke dalam mesin pembersih sikat galon, lalu dihidupkan mesinnya. Setelah mesin hidup, secara otomatis sikat pembersih yang berada di poros mesin tersebut memutar dan membersihkan kotoran yang menempel di dinding galon bagian dalam, seperti debu maupun kotoran lainnya. Arah putaran poros sikat galon yang berisi benang seperti tali pancing nilon bisa dirubah berbalik, dari yang tadinya berputar searah jarum jam menjadi berlawanan arah jarum jam, sehingga memaksimalkan pembersihan galon air isi ulang DIAN-RO.

Secara teknis, motor yang berputar di dalam mesin pembersih galon tidak langsung dihubungkan ke poros, tapi melalui perantara puli dengan bantuan sabuk V. Di bagian ujung poros, ada sikat pembersih galon dari bahan senar nilon. Apabila poros berputar, maka otomatis senar ini akan berputar juga. Perputaran senar ini akan menggosok bagian tepi dinding sampai bersih. Agar lebih mudah dan cepat dalam pembersihan, sebaiknya galon diisi dengan air sedikit agar basah.

Pada depot air minum isi ulang reverse osmosis (RO) DIAN-RO Tj Pinang waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan satu galon air, hanya membutuhkan waktu 20 detik. Dengan cepatnya waktu pembersihan, tentu akan menambah jumlah galon air yang diisi kembali. Depot air RO DIAN-RO Tanjung Pinang selalu menerapkan standar kebersihan yang tinggi untuk galon yang akan diisi air minum RO, sehingga kualitas air minum isi ulang RO DIAN-RO Tanjungpinang tetap terjaga. Terjaganya kualitas air minum galon RO DIAN-RO terbukti dengan baiknya hasil uji laboratorium yang secara rutin diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjung pinang Provinsi Kepulauan Riau.

Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang

May 3, 2013

Pemeriksaan Laboratorium uji kualitas air adalah hal utama dan penting dalam hal untuk menjamin kesehatan produk air minum isi ulang. Hal ini mengingat bahwa depot air minum isi ulang harus memiliki jaminan kesehatan bagi masyarakat. Karena apabila tidak memenuhi standar kelayakan Hygiene Sanitasi air Minum dapat menyebabkan penyakit diare, Muntaber, Keracunan, dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan lainnya. Sehingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan Laboratorium ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Pengawasan Kualitas Air Minum. Parameter yang diuji berkaitan dengan tingkat kesehatan air yaitu Pemeriksaan Bakteriologi ( tidak terdapat kandungan Escherichia coli 0% ), Pemeriksaan Fisik ( bau,jumlah zat terlarut, kekeruhan, salinitas, rasa dan bau ), Pemeriksaan Kimia ( Aluminium, Besi, Khlorida, Mangan, Nitrat, Nitrit, pH, Sulfat ). Selain itu dilakukan juga pemeriksaan kualitas air baku, peralatan yang digunakan, sanitasi tempat, dan kebersihan pekerja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas air minum.

Uji kualitas air ini dilakukan setiap 1 bulan sekali, yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan tempat domisili depot tersebut berada. Bagi pengusaha depot air minum isi ulang yang telah melakukan pemeriksaan laboratorium diberikan Surat hasil laboratorium dan bahkan kini untuk beberapa daerah di indonesia sudah ada surat Rekomendasi Layak/laik Hygiene Sanitasi Air Minum pihak Dinas Kesehatan setempat . Bagi depot yang telah memiliki rekomendasi tersebut dilakukan inspeksi sanitasi oleh petugas sanitasi yang ditunjuk

Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota pada tahun 2013. Berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan dan Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang menyatakan bahwa air baku dan air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjungpinang yang terletak di jalan Anggrek Merah telah lulus uji laik sehat untuk air minum dan berhak untuk mendistribusikan air hasil tersebut untuk disebarkan kepada masyarakat sekitar Tanjung Pinang.

Mineral Organik dan Anorganik

April 5, 2013

Permulaan proses sirkulasi air terjadi dari penguapan air di laut dan sungai kemudian menjadi awan, dan akhirnya turun ke bumi kembali sebagai air hujan. Ketika hujan turun ke permukaan tanah dan menyerap ke dalam, maka air yang tadinya adalah berupa molekul-molekul H2O saja, mulai membawa berbagai kandungan zat yang ada dalam tanah, diantaranya yaitu berupa mineral-mineral. Baik itu mineral organik maupun mineral anorganik atau bukan organik.

Berikut adalah tinjauan singkat atas perbedaan antara keduanya :

Mineral Organik – Di dapat dari sumber yang hidup atau mempunyai kehidupan, mengandung karbon dan dapat membawa kehidupan bagi sel-sel di dalam tubuh. Mineral organik umumnya berasal dari susu dan tumbuh-tumbuhan, seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan.

Mineral Anorganik (bukan organik) – Dari sumber yang tidak hidup, tanpa karbon dan tidak dapat membawa kehidupan sel. Mineral anorganik umumnya berasal dari dalam tanah, mineral ini tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia atau binatang, tetapi tumbuhan dapat memprosesnya. Tumbuhan akan menyerap mineral anorganik dari dalam tanah melalui akarnya dan melalui proses fotosintesis diubah menjadi mineral organik.

Mineral anorganik yang masuk kedalam tubuh manusia tidak dapat diproses dan akan dikeluarkan kembali melalui air seni. Dan hal ini tentu akan memperberat kerja ginjal. Macam-macam mineral anorganik dalam air misalnya Kalsium Karbonat (CaCo3), Besi (Fe), Mangan (Ma), Natrium (Na), dll.

Dr Norman W. Walker, dalam salah satu bukunya tentang masalah air, mengatakan bahwa orang yang minum air dua gelas besar per hari dalam 70 tahun kehidupannya, akan ada total 17.000 liter air. Dan jika tidak di saring , akan mempunyai cadangan mineral anorganik seperti Kalsium Karbonat, magnesium dan mineral lainnya yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Sebagian besar mineral anorganik tersebut akan dikeluarkan dari tubuh setelah diproses oleh ginjal. Ada yang dapat dikeluarkan secara tuntas, tetapi bila tidak; hal inilah yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tg Pinang menghasilkan air minum yang telah bersertifikat laik sehat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Tg Pinang Kota. Air isi ulang produk DIAN-RO meminimalisir adanya mineral yang bukan organik atau anorganik dengan menggunakan penyaringan yang berlapis. Depot air minum isi ulang DIAN-RO menggunakan membran penyaringan reverse osmosis atau RO di akhir tahap penyaringan, yang dapat menyaring ukuran partikel atau mineral hingga ukuran mikron. Hal ini ini dibuktikan dengan hasil uji test laboratorium dari PT.Sucofindo Batam yang menerangkan bahwa air hasil saringan depot DIAN-RO Tg Pinang laik sehat untuk dikonsumsi sebagai air minum, dengan TDS nya 4 ppm.

Ciri-ciri Air Tanah Tercemar

April 1, 2013

Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Sumber air baku depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang berasal dari air sumur yang dijamin kesehatannya. Sumber air baku tersebut telah dinyatakan laik sehat oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, berdasarkan hasil laboratorium yang di ujikan oleh laboratorium terkemuka PT.Sucofindo di Batam. Sehingga air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tg Pinang yang dijual ke masyarakat juga merupakan air minum isi ulang yang sehat.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah:

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

sumber: detikHealthdetikcom

Tips Memilih Air Minum Isi Ulang Sehat

March 28, 2013

Dijaman sekarang ini di antara kita pasti tidak sedikit yang mengkonsumsi air minum isi ulang. Apalagi saat ini harga air minum dalam kemasan semakin mahal. Memang membeli air minum dari depot isi ulang bisa menjadi salah satu solusi. Mendapatkannya juga tidak sulit karena banyak sekali depot yang ada di sekitar kita. Namun ada baiknya anda perhatikan beberapa hal berikut ini, agar bisa memperoleh air minum yang aman untuk di konsumsi.

  • Amati keadaan fisik depot . Bila kelihatan kumuh, kotor tidak terjaga kebersihannya serta jorok . Ini sudah merupakan salah satu indikasi bahwa yang punya depot tidak peduli terhadap kebersihan, sanitasi, higienis dan kesehatan produk air minum isi ulangnya. Hal ini sudah merupakan cerminan bagaimana depot tersebut memperlakukan air yang akan di proses di depotnya. Tidak dengan depot air minum isi ulang DIAN-RO. Kami mengedepankan kualitas proses filterisasi air baku menjadi air siap minum dengan menjaga kebersihan, sanitasi dan hygienis depot air minum kami.
  • Bagaimana galon di cuci. Ini merupakan salah satu hal yang penting sekali, karena sebaik apapun kualitas air minum yang dihasilkan oleh depot tersebut tidak akan ada artinya bila wadah (galon) anda kotor. Ini namanya terjadi pencemaran ulang. Jadi pastikan galon anda di cuci bersih dan di bilas dengan air yang telah di proses. Karena bila yang di pakai untuk membilas adalah air yang belum di proses berarti ada air “mentah” yang tersisa di dalam galon. Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjungpinang menggunakan air yang sudah tersaring atau terfilter untuk mencuci bagian dalam galon, ditambah penggunaan mesin penyikat bagian dalam galon yang sangat efektif membersihkan kotoran-kotoran yang mungkin menempel.
  • Bagaimana proses pengisian ke galon. Bakteri dan kotoran selalu ada di udara, jadi dalam proses pengisian yang baik harus di ruang kaca tertutup. Hal ini untuk menjamin tidak ada kotoran dari udara yang masuk ke dalam galon.
  • Tanyakan adakah sertifikasi. Baik itu dari Dinas Kesehatan atau laboratorium lainnya yang sudah terakreditasi, yang menyatakan bahwa air produk depot tersebut bisa langsung di minum sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Umumnya pemeriksaan dari Laboratorium meliputi 3 kategori utama yaitu Fisika, Kimia dan Biologi. Depot air minum isi ulang DIAN-RO yang terletak di jl.Anggrek Merah, ruko perumahan Anggrek Mas I, telah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, yang menyatakan air minum isi ulang produksi DIAN-RO lulus uji laik sehat. Pengujian sampel dilakukan di laboratorium PT.Sucofindo di kota Batam yang mempunyai reputasi laboratorium terbesar, terlengkap dan sudah terakreditasi di Indonesia.
  • Sumber air baku. Tanyakan kepada pemilik depot air minum ditempat biasa anda beli, dari manakah sumber air baku yang akan disaring atau difilter untuk menjadi air siap minum. Apakah daaerah sekitar sumber air baku tersebut sudah tercemar atau belum. Apakah hasil test laboratorium membolehkan untuk dijadikan sumber air baku. Sumber air baku depot air minum isi ulang (DAMIU) DIAN-RO telah lulus uji layak untuk di proses yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang berdasarkan hasil test laboratorium PT.Sucofindo di Batam.
  • Lihat, cium dan rasakan. Bila terlihat warna yang lain selain bening berarti sudah tidak layak di minum. Air minum tidak boleh ada bau. Dan terakhir rasakan air tersebut anda akan bisa bedakan mana yang baik dan tidak.
  • Tes mengunakan TDS  (Total Dissolved Solids) Meter. Umumnya air minum isi ulang dari pegunungan (air mineral) berkisar 30 s/d 80 ppm, jika air murni RO sekitar 02 s/d 30 ppm. Namun ini hanya merupakan salah satu parameter saja dari air minum tersebut. Air isi ulang siap minum DIAN-RO memiliki TDS dibawah 10, yaitu 4 ppm, berdasarkan hasil test laboratorium oleh PT.Sucofindo di Batam

Demikian beberapa tips untuk memilih air minum isi ulang yang sehat. Semoga bermanfaat bagi anda yang akan menggunakan air minum isi ulang, khususnya di daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia.

Upaya Peningkatan Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Indonesia

March 25, 2013

Jakarta, 21 februari 2013

Upaya Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan kualitas air minum isi ulang di Indonesia, yaitu akan membuat edaran kembali ke semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), serta menyempurnakan pedoman penyelenggaraan Higiene Sanitasi yang sudah ada sejak 2006. Kemudian terus menjaga mutu Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), yang kini sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan memasukkan kegiatan ini dalam pilar 3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM).

Demikian informasi yang di sampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melalui pesan elektronik kepada Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI (21/2).

Ada beberapa aturan yang sudah ada mengenai depot air minum isi ulang. yaitu mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Permenkes nomor 492 tahun 2010 tentang  ambang batas parameter wajib, misalnya mengenai mikrobiologi seperti (bakteri e-coli), mengenai kimia seperti (unsur-unsur kimia  argon, fluor, crom, dll), dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu, dll), serta parameter tambahan yang jarang ditemukan. Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan, jelas Prof. Tjandra.

Sementara itu, mengenai izin untuk membuka usaha “Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) ” atau kini banyak disebut sebagai “Depot Air Minum (DAM) “, di berbagai provinsi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat, biasanya melalui badan perijinan terpadu yang akan meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat, berdasar inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk Balai POM, Balai Teknik Kesehatan Linkungan (BTKL), kata Prof. Tjandra.

Tata laksana pengawasan kualitas air minum diatur oleh  Permenkes nomor 736 tahun 2010, secara internal pengawasan kualitas air minum isi ulang dilakukan oleh pengusaha. Secara eksternal pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium (di Balai POM, BTKL, dll), dalam Permenkes ini diatur ttg sanksi oleh Pemda, berupa peringatan sampai dengan pelarangan distribusi di wilayah, tambah Prof. Tajandra. Untuk kota Tg pinang (Tanjungpinang) pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang (Tgpinang).

Menurut Prof. Tjandra Proses kegiatan di usaha Depot Air Minum antara lain, harus mendapatkan air bersih dari berbagai sumber (PDAM, air ledeng, mata air, mobil tangki air, dll), dilakukan filtrasi, bisa dengan karbon aktif, juga mungkin ada proses dengan ozon, proses akhir a.l dengan sinar UV, pengemasan ke galon air.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id.

sumber: www.depkes.go.id.

Pengusaha Depot Air Minum Tanjungpinang bentuk APDAMI

March 21, 2013

Pertengahan tahun 2004, Pemko Tanjung pinang menerbitkan Perda Nomor 7 tentang retribusi pelayanan kesehatan non medik. Dalam Perda tersebut pengusaha depot air minum isi ulang dikenakan biaya retribusi sebesar Rp500 ribu pertahun. Biaya tersebut sudah digunakan untuk perizinan, transportasi, akomodasi petugas, administrasi, pengadaan peralatan cek labor sampai dengan pemeriksaan mokrobiologi dan ATK. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 736/Menkes/Per/VI/2010 tentang laksana pengawasan karakter air minum, Dinkes Kota Tanjungpinang mengeluarkan surat tentang biaya pemeriksaan sampel air bagi pengusaha depot air minum. Dalam surat Dinkes nomor 443.51/1196/Dinkes/2012 yang diterbitkan April 2012 lalu tersebut, pengusaha dibebankan membayar Rp20 ribu perbulan.
Dalam pelaksanaan Perda maupun surat Dinkes mengenai pembayaran Rp20 ribu, pengusaha depot air minum tidak keberatan. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, sebanyak 95 pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang mengeluh. Soalnya, pemeriksaan cek labor harus dilakukan di Kota Batam. Untuk melakukan pemeriksaan cek labor tersebut, pengusaha kembali dipungut biaya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per pengusaha untuk perjalanan dinas serta akomodasi dan transportasi petugas.
Selain itu, dalam pemeriksaan kualitas air pihak pengusaha mengeluh tentang keputusan petugas yang dianggap asal-asalan. Setiap pertama diinformasikan, air minum pengusaha selalu dikatakan mengandung elkoli atau bakteri. Tapi ketika pengusaha memprotes, hasil pemeriksaan beberapa hari kemudian dianggap baik atau tidak mengandung bakteri. Padahal, banyak petugas yang tidak mengetahui nama maupun fungsi peralatan yang digunakan depot air minum.
“Banyak biaya yang dikeluarkan pengusaha depot air minum selama ini. Jika tidak dibayar, proses perpanjangan izin selalu terkendala. Makanya kami membentuk Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Indonesia (APDAMI) Kota Tanjung pinang, Maret 2012 lalu,” ujar Edward Mandala alias Edo, Ketua APDAMI Tanjungpinang usai rapat pengurus dan anggota di Bintan Center Batu Sembilan, Sabtu malam lalu.
Pada kesempatan yang sama, pengusaha depot air minum yang terdaftar sebagai anggota APDAMI Tanjung pinang, Hotman (45) menjelaskan, saat ini jumlah pengusaha depot air minum di wilayah Tanjungpinang yang terdaftar di Dinkes sebanyak 105 pengusaha. Namun yang aktif sebanyak 95 pengusaha depot. Dari jumlah itu sudah terdaftar sebagai anggota APDAMI hampir 50 pengusaha. APDAMI membuka kesempatan kepada pengusaha depot air isi ulang yang belum terdaftar untuk menjadi anggota. Soalnya, APDAMI yang saat ini berkantor di Jl Perikanan Batu Hitam dibentuk untuk memberikan pelayanan bagi pengusaha dalam semua hal yang berkaitan dengan usaha, perizinan maupun aspek lain.
“APDAMI dibentuk akan menjadi mitra bagi Pemko maupun Dinkes Tg pinang. Terutama dalam pelaksanaan Perda retribusi, penyediaan peralatan cek labor dan peningkatan kualitas air minum. Termasuk untuk penetapan dan kualitas air baku maupun kualitas air yang dimasukan ke dalam galon. Selama ini biaya dibebankan kepada pengusaha oleh petugas dengan alasan pemeriksaan atau cek labor hanya ada di Kota Batam,” tambah Hotman di dampingi pengurus dan anggota lainnya.
Seorang pengusaha depot air minum Tanjungpinang, Erika (30), mengaku, pendapatan pengusaha depot air minum saat ini sangat minim. Sehari hanya berkisar 20 galon yang terjual dengan harga bervariasi, rata-rata Rp4 ribu per galon. Dari usaha itu keuntungan yang didapat sangat kecil dalam satu bulan. Itu belum termasuk membayar beberapa orang pekerja.
“Kalau kami dibebankan biaya lagi di luar ketentuan yang ada oleh petugas, lambat laun usaha kami tutup,” keluh Eka. Hingga berita ini ditulis, pihak Dinkes Tanjungpinang belum berhasil dimintai keterangan. Ketika koran ini mendatangi kantor Dinkes, sedang tutup.

Sumber: Tanjungpinang Pos

Laporan Penelitian tentang Sanitasi Depot Air Minum di Tanjungpinang Barat

March 15, 2013

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, masyarakat lebih banyak memilih air minum isi ulang. Agar air minum yang dihasilkan sehat dan aman maka diperlukan upaya penyelenggaraan hygiene sanitasi depot air minum. Pelaksanaan hygiene sanitasi depot air minum yang kurang baik, dapat menyebabkan timbulnya pencemaran pada air minum. Pencemaran air minum ditandai dengan adanya bakteri Escherichia coli sebagai indikator pencemaran air.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan hygiene sanitasi dan pemeriksaan kandungan Escherichia coli dalam air minum isi ulang yang dihasilkan oleh depot air minum daerah Kota Tanjungpinang Barat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan melihat pelaksanaan hygiene sanitasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan Escherichia coli dalam air minum isi ulang. Tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling. Jumlah sampel yang diobservasi dan diperiksa yaitu 10 depot air minum isi ulang. Observasi dilakukan di Kecamatan Tanjungpinang Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh depot air minum belum sepenuhnya menerapkan pelaksanaan hygiene sanitasi antara lain : lokasi, bangunan, penampungan air baku, desinfeksi, pelayanan konsumen, karyawan, pekarangan, sehingga hasil produksi beberapa depot air minum didaerah Kota Tanjungpinang Barat tidak memenuhi syarat kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan Escherichia coli positif di dua depot air minum (20%).
Berdasarkan hal itu, perlu diadakannya pengawasan dan penyuluhan oleh instansi terkait atau Dinas Kesehatan tentang pentingnya hygiene sanitasi depot air minum isi ulang sehingga air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi
syarat kesehatan.

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO