Cara Kerja Mesin Sikat Galon Air Isi Ulang RO

June 7, 2014

Konsep dan cara kerja mesin sikat galon ini cukup praktis. Galon air yang kosong setelah dikembalikan dari konsumen sebelumnya diberi air hasil penyaringan atau air minum RO sedikit, agar pada saat pencucian dengan alat mesin sikat galon nanti kondisi galon basah, tidak kering. Kemudian galon yang telah berisi air bersih sedikit, atau secukupnya dimasukkan ke dalam mesin pembersih sikat galon, lalu dihidupkan mesinnya. Setelah mesin hidup, secara otomatis sikat pembersih yang berada di poros mesin tersebut memutar dan membersihkan kotoran yang menempel di dinding galon bagian dalam, seperti debu maupun kotoran lainnya. Arah putaran poros sikat galon yang berisi benang seperti tali pancing nilon bisa dirubah berbalik, dari yang tadinya berputar searah jarum jam menjadi berlawanan arah jarum jam, sehingga memaksimalkan pembersihan galon air isi ulang DIAN-RO.

Secara teknis, motor yang berputar di dalam mesin pembersih galon tidak langsung dihubungkan ke poros, tapi melalui perantara puli dengan bantuan sabuk V. Di bagian ujung poros, ada sikat pembersih galon dari bahan senar nilon. Apabila poros berputar, maka otomatis senar ini akan berputar juga. Perputaran senar ini akan menggosok bagian tepi dinding sampai bersih. Agar lebih mudah dan cepat dalam pembersihan, sebaiknya galon diisi dengan air sedikit agar basah.

Pada depot air minum isi ulang reverse osmosis (RO) DIAN-RO Tj Pinang waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan satu galon air, hanya membutuhkan waktu 20 detik. Dengan cepatnya waktu pembersihan, tentu akan menambah jumlah galon air yang diisi kembali. Depot air RO DIAN-RO Tanjung Pinang selalu menerapkan standar kebersihan yang tinggi untuk galon yang akan diisi air minum RO, sehingga kualitas air minum isi ulang RO DIAN-RO Tanjungpinang tetap terjaga. Terjaganya kualitas air minum galon RO DIAN-RO terbukti dengan baiknya hasil uji laboratorium yang secara rutin diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjung pinang Provinsi Kepulauan Riau.

Air Minum RO DIANRO Naik Harga

January 9, 2014

Pengumuman…

Sejak Desember 2013 harga air minum isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO)  DIAN-RO naik harganya, dari yang tadinya Rp.6.000 pergalon menjadi Rp.7.000 pergalon, dimana harga tersebut sudah termasuk biaya antar. Kenaikan harga ini dikarenakan biaya operasional yang juga naik, terutama kenaikan BBM (bensin). Faktor lain yaitu nilai rupiah yang semakin anjlok terhadap nilai dollar (US dollar dan Singapore dollar) dimana berkaitan dengan sparepart maupun alat-alat penunjang operasional yang harus dibeli berdasarkan harga dollar.

Demi tetap terjaganya kualitas dari produk air minum isi ulang DIAN-RO yang memprioritaskan dalam memproduksi air minum reverse osmosis, maka dengan berat hati kami harus menaikkan harga jual pergalon antar.

DIAN-RO Depot air minum isi ulang dengan teknologi penyaringan reverse osmosis (RO).

Jl.Anggrek Merah, depan perumahan Anggrek Mas I, ruko no.5, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri)

Fungsi Air dalam Tubuh Manusia

September 18, 2013

Berikut adalah beberapa fungsi air yang kita minum untuk tubuh kita ;

  • Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak
  • Membantu sistem pencernaan, pernafasan dan metabolisme
  • Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
  • Menjaga agar tetap aman semua organ dalam tubuh (jantung, ginjal, paru – paru dll)
  • Menstabilkan suhu tubuh agar tidak terjadi gangguan organ dalam karena panas atau dingin
  • Pelumas bagi persendian
  • Melarutkan dan membuang sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita.

Air minum sangat penting bagi tubuh kita, sehingga orang bisa kehilangan nyawanya jika dalam beberapa hari tidak minum air. Akan tetapi, jika kita sembarangan mengkonsumsi air minum juga berbahaya bagi kesehatan, karena pencemaran air minum sudah sangat memprihatinkan sekarang ini. Air minum DIAN-RO Tg Pinang adalah air minum yang bebas dari bakteri dan virus serta logam berat, sehingga kesehatan anda lebih terjamin. Manfaatkanlah air minum reverse osmosis untuk terapi kesehatan sehingga Anda lebih sehat dan cantik.

Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang

May 3, 2013

Pemeriksaan Laboratorium uji kualitas air adalah hal utama dan penting dalam hal untuk menjamin kesehatan produk air minum isi ulang. Hal ini mengingat bahwa depot air minum isi ulang harus memiliki jaminan kesehatan bagi masyarakat. Karena apabila tidak memenuhi standar kelayakan Hygiene Sanitasi air Minum dapat menyebabkan penyakit diare, Muntaber, Keracunan, dan penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan lainnya. Sehingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan Laboratorium ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Pengawasan Kualitas Air Minum. Parameter yang diuji berkaitan dengan tingkat kesehatan air yaitu Pemeriksaan Bakteriologi ( tidak terdapat kandungan Escherichia coli 0% ), Pemeriksaan Fisik ( bau,jumlah zat terlarut, kekeruhan, salinitas, rasa dan bau ), Pemeriksaan Kimia ( Aluminium, Besi, Khlorida, Mangan, Nitrat, Nitrit, pH, Sulfat ). Selain itu dilakukan juga pemeriksaan kualitas air baku, peralatan yang digunakan, sanitasi tempat, dan kebersihan pekerja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas air minum.

Uji kualitas air ini dilakukan setiap 1 bulan sekali, yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan tempat domisili depot tersebut berada. Bagi pengusaha depot air minum isi ulang yang telah melakukan pemeriksaan laboratorium diberikan Surat hasil laboratorium dan bahkan kini untuk beberapa daerah di indonesia sudah ada surat Rekomendasi Layak/laik Hygiene Sanitasi Air Minum pihak Dinas Kesehatan setempat . Bagi depot yang telah memiliki rekomendasi tersebut dilakukan inspeksi sanitasi oleh petugas sanitasi yang ditunjuk

Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjung Pinang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota pada tahun 2013. Berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan dan Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang menyatakan bahwa air baku dan air hasil produksi depot air minum isi ulang DIAN-RO Tanjungpinang yang terletak di jalan Anggrek Merah telah lulus uji laik sehat untuk air minum dan berhak untuk mendistribusikan air hasil tersebut untuk disebarkan kepada masyarakat sekitar Tanjung Pinang.

Mineral Organik dan Anorganik

April 5, 2013

Permulaan proses sirkulasi air terjadi dari penguapan air di laut dan sungai kemudian menjadi awan, dan akhirnya turun ke bumi kembali sebagai air hujan. Ketika hujan turun ke permukaan tanah dan menyerap ke dalam, maka air yang tadinya adalah berupa molekul-molekul H2O saja, mulai membawa berbagai kandungan zat yang ada dalam tanah, diantaranya yaitu berupa mineral-mineral. Baik itu mineral organik maupun mineral anorganik atau bukan organik.

Berikut adalah tinjauan singkat atas perbedaan antara keduanya :

Mineral Organik – Di dapat dari sumber yang hidup atau mempunyai kehidupan, mengandung karbon dan dapat membawa kehidupan bagi sel-sel di dalam tubuh. Mineral organik umumnya berasal dari susu dan tumbuh-tumbuhan, seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan.

Mineral Anorganik (bukan organik) – Dari sumber yang tidak hidup, tanpa karbon dan tidak dapat membawa kehidupan sel. Mineral anorganik umumnya berasal dari dalam tanah, mineral ini tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia atau binatang, tetapi tumbuhan dapat memprosesnya. Tumbuhan akan menyerap mineral anorganik dari dalam tanah melalui akarnya dan melalui proses fotosintesis diubah menjadi mineral organik.

Mineral anorganik yang masuk kedalam tubuh manusia tidak dapat diproses dan akan dikeluarkan kembali melalui air seni. Dan hal ini tentu akan memperberat kerja ginjal. Macam-macam mineral anorganik dalam air misalnya Kalsium Karbonat (CaCo3), Besi (Fe), Mangan (Ma), Natrium (Na), dll.

Dr Norman W. Walker, dalam salah satu bukunya tentang masalah air, mengatakan bahwa orang yang minum air dua gelas besar per hari dalam 70 tahun kehidupannya, akan ada total 17.000 liter air. Dan jika tidak di saring , akan mempunyai cadangan mineral anorganik seperti Kalsium Karbonat, magnesium dan mineral lainnya yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Sebagian besar mineral anorganik tersebut akan dikeluarkan dari tubuh setelah diproses oleh ginjal. Ada yang dapat dikeluarkan secara tuntas, tetapi bila tidak; hal inilah yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Depot air minum isi ulang DIAN-RO Tg Pinang menghasilkan air minum yang telah bersertifikat laik sehat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Tg Pinang Kota. Air isi ulang produk DIAN-RO meminimalisir adanya mineral yang bukan organik atau anorganik dengan menggunakan penyaringan yang berlapis. Depot air minum isi ulang DIAN-RO menggunakan membran penyaringan reverse osmosis atau RO di akhir tahap penyaringan, yang dapat menyaring ukuran partikel atau mineral hingga ukuran mikron. Hal ini ini dibuktikan dengan hasil uji test laboratorium dari PT.Sucofindo Batam yang menerangkan bahwa air hasil saringan depot DIAN-RO Tg Pinang laik sehat untuk dikonsumsi sebagai air minum, dengan TDS nya 4 ppm.

Upaya Peningkatan Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang di Indonesia

March 25, 2013

Jakarta, 21 februari 2013

Upaya Kementerian Kesehatan RI dalam upaya peningkatan kualitas air minum isi ulang di Indonesia, yaitu akan membuat edaran kembali ke semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), serta menyempurnakan pedoman penyelenggaraan Higiene Sanitasi yang sudah ada sejak 2006. Kemudian terus menjaga mutu Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), yang kini sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan memasukkan kegiatan ini dalam pilar 3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM).

Demikian informasi yang di sampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, melalui pesan elektronik kepada Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI (21/2).

Ada beberapa aturan yang sudah ada mengenai depot air minum isi ulang. yaitu mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Permenkes nomor 492 tahun 2010 tentang  ambang batas parameter wajib, misalnya mengenai mikrobiologi seperti (bakteri e-coli), mengenai kimia seperti (unsur-unsur kimia  argon, fluor, crom, dll), dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu, dll), serta parameter tambahan yang jarang ditemukan. Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan, jelas Prof. Tjandra.

Sementara itu, mengenai izin untuk membuka usaha “Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) ” atau kini banyak disebut sebagai “Depot Air Minum (DAM) “, di berbagai provinsi dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat, biasanya melalui badan perijinan terpadu yang akan meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat, berdasar inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium termasuk Balai POM, Balai Teknik Kesehatan Linkungan (BTKL), kata Prof. Tjandra.

Tata laksana pengawasan kualitas air minum diatur oleh  Permenkes nomor 736 tahun 2010, secara internal pengawasan kualitas air minum isi ulang dilakukan oleh pengusaha. Secara eksternal pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium (di Balai POM, BTKL, dll), dalam Permenkes ini diatur ttg sanksi oleh Pemda, berupa peringatan sampai dengan pelarangan distribusi di wilayah, tambah Prof. Tajandra. Untuk kota Tg pinang (Tanjungpinang) pengawasan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang (Tgpinang).

Menurut Prof. Tjandra Proses kegiatan di usaha Depot Air Minum antara lain, harus mendapatkan air bersih dari berbagai sumber (PDAM, air ledeng, mata air, mobil tangki air, dll), dilakukan filtrasi, bisa dengan karbon aktif, juga mungkin ada proses dengan ozon, proses akhir a.l dengan sinar UV, pengemasan ke galon air.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id.

sumber: www.depkes.go.id.

Pengusaha Depot Air Minum Isi Ulang Kota Tanjungpinang Protes

March 16, 2013

Biaya Perpanjangan Izin Rp2 Juta

Haluan Kepri – Pengusaha depot air minum isi ulang di Kota Tanjungpinang protes. Pasalnya, Dinas Kesehatan Tanjungpinang mematok biaya perpanjangan izin sebesar Rp2 juta.

“Sewaktu kita mengurus izin baru dulunya juga dikenakan Rp2 Juta, sekarang perpanjangan izin juga dikenakan Rp2 juta. Ini memberatkan bagi saya dan juga kawan-kawan  pengusaha sejenis lainnya. Kini banyak yang tak memperpanjang isin usahanya,” kata Weli, salah seorang pengusaha depot air minum isi ulang di kawasan Tanjung Unggat, Jumat (3/2).

Menurut Weli, biaya sebesar itu sangat mahal. Katanya, usaha yang dia jalankan tergolong usaha kecil. atas alasan itu, Weli dan pengusaha lain meminta keringanan dari Dinkes. “Kita berharap ada keringananlah, biaya sebesar itu memberatkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Ahmad Yani saat ditanya berapa biaya pengurusan perpanjangan izin usaha air isu ulang tersebut, menyebut hanya Rp1,5 juta. Biaya tersebut, rinciannya Rp1 juta untuk pemeriksaan dan Rp500 ribu untuk retribusi.

Menurut Ahmad Yani, pemeriksaan perizinan untuk air minum galon dilakukan oleh dua instasi, yakni PT  Sucofindo dari Batam dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL). Bagi masyarakat yang menggunakan jasa pemeriksaan lewat Sucofindo, kata dia, biasanya biayanya lebih mahal dari BTKL.

“Kalau masyarakat menggunakan jasa Sucofindo untuk mengetahui hasil tes pada air minumnya, kalau tidak salah Rp1,5 juta untuk biaya pemeriksanya dan Rp600 ribu untuk retribusi atau biaya akomodasi petugas,” katanya menjelaskan.

Selama ini, lanjut Yani, BTKKL di bawah Dinkes Tanjungpinang, sudah melakukan kerja sama dengan pihak PT Sucofindo Batam. Alasan perusahaan tersebut dipilih, karena hasil tes air cepat dikeluarkan.

Katanya, semua biaya yang ditagih sesuai dengan perda yang disahkan. “Kita tidak berani melakukan pungutan liar,” terang Yani.

Yani mengimbau, bagi pengusaha air galon yang ingin mengurus perpanjangan izin usahanya jangan menggunakan jasa calo. Karena, tarif yang akan dipungut jauh lebih mahal dibanding membayarnya sendiri ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang.

“Saya mengingatkan kepada semua pengusaha air minum, jangan menggunakan jasa calo untuk mengurus perpanjangan surat perizinan,” katanya.

Sumber: Haluan Kepri

Depot Air Minum Isi Ulang di Tanjungpinang Dipantau Dinkes Setiap Bulan

March 14, 2013

Usaha air isi ulang kian marak saja. Saat ini di Tanjungpinang ada lebih dari 50 usaha air isi ulang siap konsumsi. Usaha ini setiap bulannya dipantau oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, agar benar-benar layak konsumsi.

Kemarin baru rapat juga soal usaha air isi ulang ini. Kalau tak salah saya ada sekitar 53 usaha air isi ulang siap konsumsi di Tanjung Pinang, ujar Ahmad Yani, Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang , Rabu (7/12) sore.
Kesemua yang terdaftar ini sudah susai standar yang ditetapkan. Dimana Dinas Kesehatan Kota Tg Pinang setiap bulannya mengecek bahan baku air. Ada beberapa usaha yang memiliki persediaan bahan baku sendiri dan ada juga yang mendatangkan dari luar.
Bahan baku tersebut dicek, apakah susah sesuai standar siap konsumsi atau tidak. Disamping itu juga diperiksa alat vakum pengisian ulang, sehingga air bebas dari bakteri yang berbahaya. Tak dipungkiri juga ada beberapa keluhan yang masuk, tentang air isi ulang ini.
Ada juga beberapa keluhan, terutama mengenai galonnya itu. Tapi kami juga sudah cek dan minta mereka bersihkan dulu galonnya dengan alat khusus, sebelum diisi air yang siap konsumsi, sebut Yani.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah minta agar usaha pengisian air tersebut memasang ijin di lokasi yang mudah dilihat oleh pelanggan. Pelanggan juga diminta teliti dan kritis, saat membeli produk air isi ulang.

Harga Pergalon

Jemput: Rp.9.000

Antar: Rp.10.000

Pesan Antar

Tlp. 0771-20772

HP. 081275815001

DIAN-RO